Sunday, May 29, 2011

hanya sebuah firasat (just a hunch)

 Indonesian :

malam ini begitu kelam. entah ada apakah gerangan. aku tak berpikir sesuatu yang aneh akan terjadi. aku tak begitu percaya tahayul. tapi kejadian yang menimpaku memaksaku untuk mempercayai tahayul itu.
sekarang, aku merasa ada orang yang sengaja mengawasi ku. tapi aku tak melihat wujudnya. aku kira itu hanyalah halusinasi ku saja yang saat ini sedang mengantuk. tapi aku mulai merasa aneh dan bulu kudukku berdiri seketika. aku pun mendengar suara-suara yang tak ingin aku dengarkan. ya, aku kenal dengan suara itu, itu adalah suara nyanyian untuk memanggil kuntilanak. aku merasa tak menyanyikan lagu itu. aku semakin takut. tapi sudah terlambat. apa yang sudah ku takutkan akhirnya terjadi juga. aku melihat di samping ranjang ku dan terkejut saat mengetahui kalau ada kuntilanak disitu.
aku panik tak karuan. aku berlari menuju pintu kamar dan segera berusaha untuk membuka pintu itu. tapi sesuatu hal yang aneh terjadi lagi, pintu kamarku tidak bisa dibuka. aku semakin panik dan dengan sekuat tenaga aku membuka pintu itu. akhirnya berhasil, hanya kata-kata itu yang bisa aku ungkapkan. setelah aku mengambil nafas panjang, aku segera berancang-ancang untuk berlari sekuat tenagaku. tapi kakiku tak bisa di gerakkan. aku hanya bisa panik dan panik. aku mulai merasa kelelahan tapi rasa itu tak aku hiraukan sekalipun. aku berusaha dan berusaha. setelah melakukan usaha yang hampir menguras tenagaku, akhirnya usahaku itu berhasil. aku berlari dan terus berlari tanpa aku tahu arah yang sedang aku tuju. badanku terasa berat, sampai-sampai kedua kakiku tak bisa lagi membopongnya.
akhirnya aku menyerah tanpa balas. aku terpuruk begitu saja di atas tanah dan membiarkan angan-angan ku berpikir dengan sendirinya entah kemana. saat diriku tersadar, aku sangat terkejut karena aku tak lagi terpuruk di atas tanah melainkan aku sedang terbaring pulas di atas tempat tidurku yang empuk. aku mulai berusaha memakai akal sehat ku untuk berpikir. ternyata yang aku alami sebelum ini hanyalah mimpi yang aku anggap kenyataan. sungguh malunya diriku mengakui hal seperti ini. untuk memendam rasa maluku, aku menenggelamkan kepalaku ke dalam bantalku.


English :


This night was so dark. whether there is hell. I do not think something strange will happen. I do not really believe in superstition. but the events that happen to force me to believe that superstition.
now, I feel there are people who deliberately watching me. but I do not see its form. I think it's just my hallucinations are currently being sleepy. but I began to feel strange and back of my neck hairs stand up at once. I also hear voices that do not want me to listen. yes, I know that voice, it was the singing voice to call kuntilanak. I was not singing it. I'm getting scared. but it was too late. What I feared has finally happened. I saw beside my bed and was surprised to find out if there is kuntilanak there.
I panicked abysmally. I ran toward the bedroom door and immediately tried to open the door. but something strange happened again, my door would not open. I'm getting panic and with a vengeance I opened the door. finally succeeded, only those words that I can express. after I take a deep breath, I immediately poised to run as hard as my strength. but my legs can not move. I can only panic and panic. I started to feel tired but I guess it did not pay attention though. I tried and tried. after doing business that is almost drained my energy, my efforts were finally successful.
I ran and kept running without me knowing which direction I'm headed. my body feels heavy, to the point that my legs could not carry her.
I finally gave up without reply. I just collapsed on the ground and let my imagination to think by itself some where. when I realized, I was very surprised because I no longer slumped on the ground but I was lying asleep on my bed is soft. I started trying to use my common sense to think. it turns out that I experienced before this is just a dream which I think is true. I am really ashamed to admit things like this. to bury my shame, I sunk my head into my pillow.

No comments:

Post a Comment