Wednesday, June 29, 2011

Spontaneus Human Combustion ( S.H.C )

Hmmm... kali ini, kiat akan membahas sebuah catatan kejadian (biasa disebut fenomena) sangat aneh, yang pernah terjadi pada manusia. Fenomena 'aneh' itu adalah Spontaneus Human Combustion atau biasa disingkat S.H.C. Jika diterjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia, Spontaneus Human Combustion bisa diartikan sebagai : 'terbakarnya tubuh manusia yang ter jadi secara spontan'.

Sedikit informasi awal... S.H.C adalah sebuah fenomena yang terjadi di dalam tubuh manusia, yang bisa menyebabkan manusia dapat mengeluarkan api, bahkan kadangkala menyebabkan manusia itu menjadi hangus atau mati terbakar! Hmmm.... , kok seperti film-film fiksi saja ya?!

Bagi beberapa orang, istilah S.H.C mungkin terdengar asing..... Karena memang kurang populer, atau bahkan sangat mungkin masihbelum didengar sama sekali. Namun bagaimana pun peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan peristiwa tersebut benar-benar pernah terjadi, dan tercatat dalam sejarah.

Tambah penasaran ?! Nah, berikut ini beberapa fakta yang pernah dicatat dalam arsip-arsip un-explained science (Sains yang belum terungkap)


1. Kasus ' Nicole Millet'

Sekitar  bulan Februari tahun 1725, Nicole Millet, seorang wanita bangsawan yang tinggal di Rheims (Perancis) sedang duduk di sebuah kursi kayu di ruang keluarga seorang diri .....
Beberapa jam kemudian, Lion d'Or, sang suami masuk ke dalam ruang keluarga yang sama dalam keadaan marah sambilmencari istrinya. Tetapi, di ruangan itu ia tak mendapati istrinya... melainkan tumpukan abu di atas kursi kayu! Keesokan harinya, sang suami dibawa ke pengadilan, dengan tuduhan telah membakar sang istri... Namun beberapa saat kemudian ia kembali dibebaskan karena tuduhan yang disangkakan kepadanya tidak cukup kuat. Lagipula, jikalau Nicole Millet yang sedang duduk di atas kursi kayu benar-benar dibakar, lalu mengapa kursi kayunya tidak ikut terbakar?! Aneh, kan?!


2. Kasus 'Grace Pett'

Pada tanggal 9 April 1744... Di sebuah kota kecil bernama Ipswith (Inggris Raya), seorang wanita tua berusia 60 tahun bernama Grace Pett sedang bermain bersama anaknya.... Secara tiba-tiba tubuhnya terbakardi depan anaknya. Anaknya kemudian mengatakan, "... Mama secara tiba-tiba terbakar seperti segelondong kayu yang disulut api! Namun anehnya, pakaian yang dikenakan tidak hangus terbakar ....".


3. Kasus 'Anna Martin'

kasus S.H.C  lainnya terjadi pada tanggal 18 mei 1857 di Philadelphia bagian barat, Pennsylvania, Amerika Serikat. Seorang wanita berusia 68 tahun bernama Anna Martin ditemukan oleh anaknya yang bernama Samuel, dalam keadaan tubuh bagian pinggang ke atas terbakar, di dalam kamarnya. Samuel yang kebetulan bekerja sebagai pemadam kebakaran memperkirakan (dari abu yang tersisa), bahwa suhu yang menyebabkan ibunya terbakar mencapai 2000 derajat celcius ...
Namun yang aneh, suhu dalam kamar sangat dingin!sebuah koran yang terletak sekitar 30 cm dari tubuh korban bahkan sama sekali tidak terbakar!


4. Kasus 'Annie Webb'

Pada tanggal 2 Februari 1980,seorang wanita muda bernama Annie Webb ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di dalam kamar tidur rumahnya. Ahli forensik yang melakukan penyelidikan bingung melihat keadaan mayat. Kondisi tubuh mayat bagian atas sudah menjadi abu, sedangkan tubuh bagian bawah dalam keadaan hangus terbakar. Anehnya lagi, mayat Annie Webb berada di atas tempat tidur ... Sementara keadaan tempat tidurnya tak menunjukkan bekas terbakar sama sekali.


5. Kasus 'Fire Dancer'

 Kasus S.H.C juga menimpa seorang wanita muda berusia 22 tahun bernama Phyllis Newcombe, yang tinggal di Chelmford, Essex (Inggris Raya). Pada malam hari tanggal 27 agustus 1938, ia sedang menari di sebuah klub malam.Para saksi mata mengatakan bahwa saatia menari, tiba-tiba tubuhnya mengeluarkan api... Dan beberapa saat kemudian, ia telah menjadi setumpuk abu ... Yang mengherankan, baju yang dikenakannya tidak ikut terbakar. Kenapa begitu, ya ?!


6. Kasus 'The Cinder Lady'


                                                                                                              

Fenomensa S.H.C paling terkenal yang tercatat dalam sejarah menimpa seorang wanita tua yang berusia 67 tahun bernama Mary Hardy Reeser, yang tinggal seorang diri di sebuah apartemen di St. Petersburg, Florida, Amerika Serikat.
Pada tanggal 2 Juli 1951, sekitar pukul 8 pagi, seorang tukang pos bernama Pansy Carpenter mengantar telegram kepada seluruh penghuni apartemen. Saat Carpenter tiba di kamar Reeser, ia mencium bau hangus, dan mencoba menggedor pintu, karena takut terjadi kebakaran saat pemilik kamar tertidur...
Carpenter juga mencoba untuk membuka pintu dengan memutar gagangnya .... Namun ternyata gagang pintu pun terasa panas. Ia segera menghubungi polisi, lalu mendobrak pintu apartemen. Di dalam apartemen, ia merasakan hawa panas masih menyengat, dan memutuskan untuk tetap berada di luar sambil menunggu kedatangan polisi ...
Beberapa saat kemudian, para polisi dan ahli forensik yang tiba di apartemen menemukan setumpuk abu seberat 10 pon di atas kursi goyang ... Juga sebuah tulang yang terbakar, dan telah mengecil menjadi seukuran bola baseball... Selain itu juga ada sepasang kaki yang masih utuh. Parapolisi awalnya menduga bahwa Reeser tertidur dengan sebatang rokok yang masih dalam keadaan menyala di tangannya...
Namun yang mengherankan, kursi goyang kayu yang berada di sekitar abu tidak ikut terbakar! Dan alarm asap yang terdapat di langit-langit ruangan juga tidak menyala... Padahal ahli forensik memperkirakan, panas api yang membakar tubuh Reeser mencapai 3000 derajat celcius! Kasus itupun kemudian membuat gempar seluruh Amerika Serikat, dan terus-menerus menjadi berita utama selama beberapa waktu...

Namun tidak semua kasus S.H.C mengakibatkan kematian.... Berikut adalah beberapa fakta sejarah yang berhasil dicatat.

1. Jack Angel, seorang sales pakaian di kota Savannah (Amerika Serikat) mengalami fonomena S.H.C... Namun untungnya, ia masih tetap hidup hingga sekarang! Suatu saat, sepulang dari bekerja ia masuk ke sebuah kamar hotel, dan segera tertidur pulas karena kelelahan. Ia baru terbangun 4 hari kemudian, dengan luka bakar di sekujur tubuhnya! Anehnya, ia sama sekali tak merasakan sakit pada bagian luka bakarnya... Dan lagi tak ada barang yang terbakar di sekitar tempat tidurnya...
Merasa segala sesuatunya baik-baik saja, Jack menjalani kegiatan seperti biasa! Mandi, berpakaian, dan berangkat bekerja. Tetapi saat ia berjalan di lobbi hotel, tiba-tiba ia merasa pusing... dan lagsung jatuh pingsan! Beberapa saat berikutnya, ia terbangun di sebuah rumah sakit. Tetapi diantara para dokter yang memeriksanya, tak satupun yang dapat memastikan asal luka bakarnya. Namun beberapa jaringan otot di lapisan dalam telah habis terbakar, sehingga lengannya terpaksa diamputasi. Para polisi yang memeriksa apartemen, tak menemukan satu pun sumber api di dalamnya.

2. Pada tahun 1991, seorang wanita muda bernama Winifred Gowthorpe yang tinggal di Yorkshire (Inggris Raya) datang ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, karena merasakan perih di sekitar tubuhnya. Dokter yang memeriksa mendapati bercak-bercak kemerahan, seperti tanda yang lazim diperoleh dari luka bakar. Namun anehnya, rasa sakit tersebut baru dirasakan Gowthorpe saat ia sedang berenang di sebuah kolam renang umum. Nah, bagaimana bisa ada luka bakar jika Gowthorpe sedang berenang di air ?!


Nah, setelah mengikuti berbagai kasus di atas, apakah kalian merasakan keanehan atau kejanggalan dalam fenomena S.H.C ?! Para ahli forensik, ahli sains hingga ahli supranatural terus berupaya melakukan penyelidikan sesuai dengan bidang mereka masing-masing. Para polisi juga membantu menyelidiki... Dan berhasil menemukan satu kesamaan pada semua korban... Yaitu pada kesemua korban tergolong orang yang suka mabuk alias suka minum minuman keras! Tetapi penyelidikan mengarah ke berbagai jenis minuman keras yang 'memungkinkan' terjadinya 'kebakaran' pada tubuh manusia pun tak pernah menemukan titik terang. Perntanyaan besarnya adalah, "apakah minuman keras dapat menyebabkan seseorang terbakar?". Hem, rasanya kok gak masuk akal...!

Ahli biologi dan ahli forensik yang menyelidiki pun tidak menemukan kejanggalan dalam tubuh korban. Tak ditemukan kemungkinan adanya penyakit bawaan yang mengarah pada naiknya suhu tubuh, sehingga menyebabkan terbakarnya tubuh korban! Apalagi para penyelidik juga tidak berhasil menemukan adanya sumber api di sekitar tempat terbakarnya korban.



"The Mysterious Fires of Ablaze!" oleh Larry E. Arnold

Seorang ilmuwan fisika dan biologi yang menyelidiki fenomena-fenomena supranatural dalam jalan sains (ParaScience) bernama Larry E. Arnold memiliki teori sendiri mengenai S.H.C... Hasil penyelidikan yang dilakukannya selama bertahun-tahun itu ditulis di dalam sebuah buku berjudul "The mysterious Fires of Ablaze!". Singkatnya, dalam buku itu dkatakan bahwa tubuh manusia sebenarnya mengandung sebuah partikel misterius yang disebut pyrotron.

Menurut Larry, partikel Pyrotron tersebut bekerja seperti sebuah reaktor nuklir, yang berguna untuk menghasilkan panas dalam tubuh kita. Nah, menurut Larry, jumlah partikel Pyrotron pada setiap makhluk hidup tidak sama! Dan jika terlalu besar, akan menghasilkan panas tubuh yang berlebih... Dan parahnya, keadaan itu dapat menyebabkan tubuh seseorang tak sanggup menampung panas yang dihasilkan... Sehingga kemudian terbakar secara mendadak.

Teori Larry E. Arnold ini juga didukung oleh ilmuwan terkemuka bernama Richard Milton, yang juga mengeluarkan pendapat serupa. Milton mengatakan, bahwa panas yang ada dalam tubuh manusia mengakibatkan suatu reaksi nuklir beruntun, dan kemudian menghasilkan panas berlebih... dan menyebabkan tubuh menjadi hangus terbakar.

Namun demikian, tampaknya teori Larry dan teori Milton kurang populer dan ditolak oleh ilmuwan dunia. Karena para ilmuwan tidak melihat alasan ilmiah di balik penyelidikan mereka. Teori-teori yang dikemukakan oleh kedua ilmuwan itu dianggap lebih 'berbau' supranatural.

Nah, aku (Ines) rasa pasti ada diantara teman-teman yang tertarik untuk menyelidiki fenomena S.H.C ini. Ya, kan ?! hmm, siapa tahu, salah seorang dari kalian kelak akan dikenal sebagai seorang ilmuwan ParaScience.

No comments:

Post a Comment