Monday, July 18, 2011

Sinopsis The Great Queen Seon Deok Episode 5


Seonggol : Level tertinggi dari kasta bangsawan, hanya untuk keluarga kerajaan dengan marga Kim
Jingol : Level kedua dibawah Seonggol. Keluarga bangsawan dengan marga Bak dan Seok

Pasir hisap di Gurun Taklamakan

So Hwa tenggelam dalam pasir hisap. Deok Man berusaha menarik So Hwa tapi saat melihat Chil Sook mendekat, So Hwa mengambil keputusan nekad, dia memutuskan tali dengan belati Raja Jinheung. Sebelum jatuh lebih dalam, So Hwa sempat melemparkan belati itu kepada Deok Man. Chil Sook berhasil menahan Deok Man yang juga ingin masuk ke dalam pasir hisap menyusul So Hwa. Saat Chil Sook melihat keatas, ia melihat badai pasir. Mereka akhirnya tertutup oleh badai pasir.

Setelah badai mereda, Deok Man dengan putus asa mencari So Hwa. Ia menemukan barang mereka dan belati Raja Jinheung tertancap diatas pasir. Deok Man melihat tali yang dipakai untuk menarik So Hwa. Deok Man menarik talinya dan berharap menemukan So Hwa, tapi dia hanya menemukan tali yang sudah dipotong. Deok Man terus menggali sampai kelelahan. Cartan dan teman2nya mencari Deok Man dan menemukannya dengan ajaib. Deok Man pingsan.

Putri Cheon Myeong bermimpi dan melihat Kim Yong Su suaminya berperang melawan Baekje. Kim Yong Su meninggal dalam pertempuran itu. Putri terbangun dan berkeringat dingin. Dia melihat suaminya tidak ada dan mencari Kim Yong Su. Melihat isterinya kebingungan, Kim Yong Su memanggil Cheon Myeong. Kim Yong Su menghibur isterinya, tapi Cheon Myeong tahu bahwa Mi Shil tidak akan segan-segan melawannya untuk menguasai kerajaan. Cheon Myeong memohon suaminya untuk tidak menyetujui rencana Raja Jinpyeong untuk mengangkatnya menjadi Raja. Putri juga berkata bahwa kematian 3 saudara lelakinya adalah takdir, maka mungkin langit memang masih memihak Mi Shil jadi Putri memilih tidak melawan.

Kim Yong Su berkata bahwa ia memutuskan untuk mendukung rencana Raja karena ia melihat Raja Jinpyeong berjuang sendirian dan mengalami masa-masa susah. Dia hanya ingin mendukung Raja. Tapi Putri terus saja memohon agar suaminya tidak perlu melakukannya. Tiba-tiba dayang Putri masuk dan berkata bahwa pasukan Hwarang berlaku aneh diluar kediaman mereka.

Putri keluar dan bertanya mengapa pasukan Hwarang menghias wajah mereka (Nang Jang, episode 1). Mereka datang setelah mendengar rencana Raja. Cheon Myeong berkata itu bukan urusan mereka. Tapi Bo Jong (putra hasil hubungan Mi Shil dengan Seol Won Rang) wakil kapten berkata mereka akan mengajukan keberatan dengan mengorbankan diri untuk menentang keputusan ini.

Kemudian Kim Yong Su mendapat tentangan dari dewan menteri. Mereka berkata, Kim Yong Su sudah diturunkan levelnya menjadi Jingol. Eul Jae berkata bahwa batasan darah Seonggol sudah kabur sekarang. Mi Saeng berkata bahwa Kim Yong Su sudah dikeluarkan dari garis keturunan Raja. Ha Jong (putra Mi Shil dengan Se Jong ck..ck ini namanya poliandri he..he..) memukul meja seperti gangster dan berkata bahwa dia adalah putra mantan Raja Jinji. Mi Saeng sangat malu dengan kebodohan keponakannya. Semua bangsawan berpendapat bahwa Kim Yong Su harus mundur dari pencalonan.


Kim Yong Su berkata mereka memang benar bahwa ia tidak pantas menjadi calon Raja. Semua heran dan berpikir apa Kim Yong Su akhirnya mengerti posisinya. Tapi Kim Yong Su berkata itu karena ia belum memiliki prestasi jadi ia akan meraih prestasi agar pantas menduduki takhta. Mi Saeng berhenti tertawa. Kim Yong Su akan memimpin pasukan untuk bertempur untuk menaklukkan Benteng Mo San. Benteng Mo San (sekarang kota Namwon, terkenal dengan cerita rakyat Chunhyang dan Lee Mong Ryong) ditaklukkan oleh jenderal Baekje yaitu Baek Gi.

Eul Jae mengingatkan Kim Yong Su, apapun yang ia katakan kepada dewan menteri akan dianggap sebagai janji. Kim Yong Su berkata ia bertanggungjawab atas semua perkataannya. Se Jong dan lainnya terdiam.
Kim Yong Chu adik Kim Yong Su, meminta penjelasan dari pasukan Hwarang, mengapa mereka melakukan tindakan Nang Jang. Mereka berkata bahwa mereka mematuhi prinsip dan aturan pasukan yang sudah ditetapkan. Mereka seperti sudah dicuci otaknya.

Mi Saeng berkata pada Mi Shil bahwa Kim Yong Su akan memimpin pasukan untuk menaklukkan Benteng Mo San. Kim Yong Chu kaget. Mi Saeng berkata pada Kim Yong Chu untuk menasihati kakaknya daripada melampiaskan kemarahannya pada dirinya.
Kim Yong Chu menemui kakaknya dan berkata apa kakaknya tidak tahu betapa sulitnya menaklukkan Benteng Mo San. Mi Saeng, Ha Jong dan Seol Won Rang juga merasa Kim Yong Su tidak akan dapat menaklukkan benteng itu.

Putri Cheon Myeong memohon pada ibunya Ratu Maya agar membujuk Raja. Ratu berkata apa yang dapat mereka lakukan, karena ke-3 pangeran sudah meninggal dan tidak ada keturunan lelaki untuk naik takhta. Cheon Myeong berkata ini semua adalah rencana Mi Shil untuk menguasai kerajaan. Cheon Myeong berkata, pertempuran ini akan membuat mereka kehilangan Kim Yong Su.

Seol Won Rang, Kim Yong Su dan pasukannya mengadakan briefing rencana penyerangan Benteng Mo San. Setelah briefing, Kim Yong Chu berkata ia juga ingin ikut bertempur, tapi kakaknya berkata ia harus tinggal untuk menjaga Cheon Myeong dan Raja. Tiba-tiba, Cheon Myeong datang dan meminta suaminya untuk melarikan diri. Putri minta suaminya mengabulkan permintaannya sekali ini saja. Raja Jinpyeong datang.

Raja dan Putri Cheon Myeong berbicara secara pribadi.
Raja : Aku tidak dapat melindungi apapun. Saat Raja Jinheung wafat, aku belum juga dapat mewujudkan mimpinya. Ibumu, Maya yang sangat kucintai juga tidak dapat kulindungi. Ketiga putraku, aku juga tidak mampu melindungi mereka. Ada yang tidak dapat kulindungi juga, yaitu..rakyatku. Istana ini penuh dengan orang-orang Mi Shil. Dia mencuri semuanya di depan mataku sendiri. Satu-satunya yang dapat kulindungi dan kuselamatkan dari Mi Shil adalah..kau putriku dan tidak ada yang lain. Orang yang mampu bertahan dari kejahatan Mi Shil adalah kau. Saat bintang keenam dari Bintang biduk terpecah menjadi dua, saat susunan tujuh bintang menjadi delapan. Itulah ketika aku menerima surat dari Moon Noh.

Itulah kali pertama Cheon Myeong mendengar mengenai Gukseon Moon Noh. Raja berkata Moon Noh menghilang 15 tahun yang lalu.Chen Myeong terkejut mendengar semuanya.

Ha Jong mengeluh pada ayahnya, ia takut jika Kim Yong Su akan menang. Mi Saeng berkata bagaimana Mi Shil dan Se Jong bisa memiliki putra seperti dia. Se Jong membela anaknya. Mi Shil masuk dan heran mengapa mereka masih belum istirahat. Mi saeng berkata bahwa keponakannya cemas Kim Yong Su akan menang, tapi Mi Shil tidak terlalu khawatir. Mereka heran. Seol Won Rang mengerti maksud Mi shil. Jika Raja Jinpyeong mengangkat Kim Yong Su (Jingol) sebagai pewaris, maka terbukalah kesempatan bagi keturunan Jingol yang lain seperti mereka untuk bertakhta. Mereka baru sadar, Raja sudah salah perhitungan. Mi shil terlihat penuh percaya diri.

Cheon Myeong menjahitkan batu jade/giok di baju perang suaminya. Batu jade dipercaya dapat memberikan perlindungan dan menyehatkan. setelah itu Cheon Myeong menangis. Kim Yong Su datang dan menghibur isterinya itu. Kim Yong Su teringat saat bertemu Cheon Myeong. Saat itu putri masih berusia 12 tahun, tapi berani mengungkapkan perasaannya pada orang yang dicintainya (astaga..he..he) kemudian mereka menikah. Cheon Myeong menangis dan memohon suaminya tidak pergi.

Keesokan pagi, Kim Yong Su berangkat dan menoleh pada Cheon Myeong. Mi Saeng dan Seol Won melihat dari kejauhan.
Malamnya, Cheon Myeong bermimpi lagi, ia melihat suaminya terpanah. Panah menembus batu jade yang disulamkan di baju perang Kim Yong Su. Kim Yong Su jatuh, orang-orang mengelilinginya. Cheon Myeong berusaha menggapai suaminya tapi tidak bisa. Suaminya melihat ke arahnya.

Pelayannya datang membangunkan Cheon Myeong. Seorang prajurit datang dan menghadap Cheon Myeong. Dia melaporkan bahwa mereka telah berhasil menaklukkan Benteng Mo San dan menang. Cheon Myeong senang dan bertanya kapan suaminya akan pulang, prajurit itu berkata Kim Yong Su saat dalam perjalanan pulang dipanah oleh tentara Baekje. Cheon Myeong shock. Prajurit itu mengulurkan batu jade kepada Cheon Myeong, Kim Yong Su sebelum meninggal meminta mereka mengembalikan batu jade ini kepada Cheon Myeong. Cheon Myeong pingsan melihat batu jade bernoda darah itu.


Sementara itu, di gurun. Cartan meminta Deok Man keluar dari kamar dan makan. Cartan berkata mereka tidak mencari Deok Man di gurun untuk kelaparan di rumah seperti ini. Deok Man duduk diam dengan pandangan kosong dan jarinya mulai mengetuk-ngetuk seperti kode Morse. Di saat yang sama, Putri Cheon Myeong mengunci diri dan melakukan hal yang sama. Kedua saudari kembar ini mulai mengetuk-ngetuk di tempat berlainan.

Tiba-tiba So Hwa datang dan menghibur Deok Man. Saat yang sama Kim Yong Su datang dan menghibur Cheon Myeong.
Cheon Myeong menangis saat Ratu mengetuk kamarnya dan memintanya memulai prosesi pemakaman suaminya. Cheon Myeong memandang altar suaminya saat Mi Shil masuk dan menabur bunga krisan putih di atas tubuh Kim Yong Su. Mi shil mendatangi Cheon Myeong dan memeluknya. Putri kaget, ternyata Mi shil berkata : Pergi!..tujuh bintang..Bintang Biduk dan ramalan ? Buanglah semua mimpi itu dan pergi jauh..Ini ..adalah kali terakhir aku mengasihanimu.

Di gurun, Deok Man berpisah dengan teman-temannya. Cartan mengajak Deok Man ke Roma, tapi Deok Man menolak dan berkata ia akan ke Gye Rim mencari ayahnya. Cartan berkata Deok Man belum pernah ke sana dan bagaimana ia akan menemukan ayahnya. Deok Man akan mencari Moon Noh, ia yang tahu dimana ayahnya. Cartan meminta Deok Man menyamar menjadi lelaki agar aman. Deok Man merasa itu ide yang bagus.

Raja Jinpyeong terkejut saat putrinya berkata akan meninggalkan kehidupan dunia dan menjalani kehidupan Buddhis. Raja tidak memberi ijin, tapi Putri tetap pergi. Kim Yong Chu menunggu Cheon Myeong dan menemaninya sampai gerbang. Cheon Myeong meminta Kim Yong chu mencari keberadaan Moon Noh. Cheon Myeong mengaku bahwa hidup Raja, hidupnya, dan anaknya akan terancam jika ramalan Moon Noh tidak benar dan akan bergantung pada Moon Noh jika ramalannya benar. Kim Yong Chu baru tahu kalau Cheon Myeong sedang mengandung dan istana tidak mengetahuinya. Cheon Myeong tidak ingin anaknya lahir di istana.

Setahun kemudian,
Cheon Myeong tengah berdoa saat pelayannya berkata Kim Yong Chu datang. Kim Yong Chu menggendong seorang bayi dan berkata bahwa bayi ini satu-satunya keturunan kakaknya. Kim Yong Chu berkata seorang keturunan Raja seharusnya dibesarkan di istana bukan di tempat terpencil seperti ini. Dia merasa sangat sedih. Kim Yong Chu bertanya apakah Cheon Myeong sudah memberinya nama.

Cheon Myeong berkata namanya : Kim Chun Chu (Chun= musim semi, Chu = musim gugur, dapat berarti sepanjang masa dari Semi-Gugur, abadi selamanya. kelak akan menjadi Raja Muyeol, Raja ke 29 Dinasti Silla).


Putri bertanya mengenai Moon Noh, apakah sudah ditemukan. Kim Yong Chu berkata Moon Noh kemungkinan tinggal di Manno (sekarang Jin Cheon) daerah yang berbahaya, tapi Cheon Myeong berkeras ingin kesana. Pelayannya ingin menyertai Cheon Myeong tapi putri melarang, ada pengawal Kim Yong Chu yang akan melindunginya. Putri berpamitan dengan anaknya yang sedang tidur untuk menunggunya.

Deok Man tertidur di perahu, dia terbangun saat menengar mereka sudah tiba di Gye Rim. Deok Man mulai mencari Moon Noh. Dia bertanya kepada semua orang di pasar di mana Moon Noh. banyak yang berkata Moon Noh adalah mitos, ia tidak nyata. Ada juga yang berkata Moon Noh ada di istana dll.

Kemudian seorang pendeta melihatnya dari kejauhan. Deok Man duduk dan mendengar : Tuan Moon Noh bukan orang yang bisa sembarang ditemui. Deok Man yang mendengarnya, langsung mendatangi pendeta itu dan melihat ada orang yang juga berlutut dan mencari Moon Noh.
Deok Man mendekat dan menanyakan dimana Moon Noh

Deok Man : Pendeta! Apakah kau tahu dimana Moon Noh? Dapatkah kau mempertemukan kami?

No comments:

Post a Comment