Thursday, September 8, 2011

Sinopsis My Princess episode 1 part 1



Ada sebuah perayaan mengenai budaya korea saat itu. Berbagai kebudayaan khas Korea dipamerkan dengan cara yang sangat keren. Whoaa.. keren... Lee Seol mengambil kerja paruh waktu di acara perayaan itu. Ia bekerja sebagai putri bangsawan palsu, dengan mengenakan segala atribut putri khas korea. Lee Seol menjadi putri bangsawan dengan maksud sebagai objek kemakmuran Korea.


Lee Seol berjalan menaiki tangga dengan anggun. Layaknya seorang putri kerajaan, dayang-dayang mengikutinya dibelakang. Perayaan besar dimulai dengan ditandai oleh suara dentuman gong. Dan para penari mulai menari.





Lee Seol duduk ditempatnya untuk melihat pertunjukkan itu sebagaimana layaknya seorang putri raja. Tak jauh dari tempatnya duduk, Park Hae Young yang kali ini bertugas untuk mengawasi Princess Stella memberi informasi pada bawahannya.
"Putri sudah tiba." ucap Park Hae Young.

Princess Stella adalah tamu kehormatan, ia berasal dari luar negeri dan mengunjungi Korea untuk mengenali budayanya.


Para pengunjung sangat antusias dengan acara ini, mereka mulai heboh memfoto. Lee Seol sangat menikmati acara itu. Ia tersenyum senang. Tapi, karena aksesories dikepalanya berat, hal itu membuat lehernya pegal. Lalu ia meregangkan diri dan memijat-mijat pundak dan lehernya.


Pertunjukan tari selesai, dan pengunjung sudah mulai diperbolehkan untuk mengambil foto bersama Lee Seol as fake princess.
Beberapa pengunjung heboh dan berlarian untuk foto bersama Lee Seol. Semua orang mulai berfoto bersama Lee Seol.. XD





Karena sudah tidak ada pengunjung, maka tugas Lee Seol sudah selesai. Ia berkata pada staff yang bekerja sebagai fotografer, "Sudah selesaikan? Baiklah aku akan pergi dulu." Lee Seol segera berjalan cepat seraya mengangkat gaun besarnya.
Staff itu berusaha mengejar Lee Seol, tapi Lee Seol sudah menjauh.



Park Hae Young berlari menghampiri staff fotografer, ia berkata  "Apa kau salah satu kordinator di acara ini?"
"Ya." jawab staff itu.
"Aku dari kantor diplomat." Park Hae Young menyerahkan kartu tanda pengenalnya. "Princess Stella yang mengunjungi acara ini ingin berfoto bersama putri. Aku sangat senang kalau kau bekerja sama dengan kami."
"Sekarang?"
"Ya"
"Oh, My God. Putri kami sudah habis waktu bekerjanya. Aku akan mencoba untuk menelponnya." Staff itu mencoba menelpon Lee Seol, tapi tak ada balasan.
Seorang teman Park Hae Young mendatanginya dan menanyakan, "Apa pemotretan sudah siap?"

"Dia tidak mengangkat teleponnya. Apa yang harus aku lakukan?" ucap Staff itu.
"Sebentar. Tunggu 5 menit." ucap Park Hae Young pada temannya.



Park Hae Young langsung mencari Lee Seol. Ia harus cepat menemukan Lee Seol. Dan ia langsung menuju ke ruang ganti wanita. Di sana para dayang dan penari berganti pakaian.


Park Hae Young langsung saja membuka pintu tanpa menghiraukan jeritan para gadis yang ada di ruangang itu. Para gadis itu tidak hanya berteriak histeris tapi juga melempari Park Hae Young dengan benda yang ada di sekitar mereka.
"Ini adalah urusan diplomat. Permisi sebentar." ucap Park Hae Young, ia masuk ke dalam ruangan itu.
Tidak peduli dilempari dengan banyak benda, Park Hae Young tetap masuk dan akhirnya bertemu dengan Lee Seol.



Karena khawatir, Lee Seol mengambil ancang-ancang untuk memukul Park Hae Young dengan aksesories kepalanya.
"Kau putri kan?" tanya Park Hae Young. "Tapi, kenapa kau tidak mengangkat teleponmu?"
"Ini ruang ganti wanita." ucap Lee Seol kesal. "Siapa kau?!"
"Kita harus keluar dulu dan aku akan menjelaskannya."
Park Hae Young lalu menarik tangan Lee Seol dengan paksa.
"Hey apa yang kau lakukan? Cepat pergi dariku."


"Aku dari kantor Diplomat. Dan aku sedang dalam masalah, jadi aku akan menjelaskannya padamu nanti. Sekarang, kenapa kau tidak memperpanjang waktu kerjamu?" ucap Park Hae Young dengan masih menarik tangan Lee Seol. "Apa kau mengerti?"




Lee Seol mencoba berontak, tapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan. "Kau memegangi tangan seorang wanita saat kau bertemu ia pertama kali lalu berbicara padanya. Kau tau? Aku masih bisa mendengar apa yang kau katakan, tanpa kau harus memegang tanganku. Jadi lepaskan." ucap Lee Seol.


Lalu Park Hae Young melepaskan tangan Lee Seol.
Lee Seol berkata, "Aku tidak bisa memperpanjang waktu kerjaku." Lalu ia mencoba pergi dari Park Hae Young.
Tapi Park Hae Young lebih dulu memegang tangannya. "Maaf. Tidak butuh waktu yang lama untuk pengambilan gambar."
"Aku akan tetap menolaknya walaupun kau bilang hanya sebentar. Aku benar-benar akan telat di kerja paruh waktuku yang lain."
Lee Seol menarik tangannya dari genggaman tangan Park Hae Young, tapi Park Hae Young malah semakin memegang kuat lengan Lee Seol. "Kau tidak punya waktu bahkan untuk kepentingan negaramu sendiri?!"



"Kenapa kau marah?!" tanya Lee Seol heran. "Apa kau akan bertanggung jawab bila aku dikeluarkan di kerja paruh waktuku?"
"Aku akan bertanggung jawab bila kau dipecat." jawab Park Hae Young.
"Huh?"
"Aku akan membayarmu. 100 dolar per jam. One. Hundred. Dollars."
Mata Lee Seol langsung bersinar mendengar kata 100 dolar.


Dan pemotretan dimulai. Lee Seol berfoto bersama Princess Stella. Dengan banyak pose yang lucu.


Park Hae Young berbicara dengan temannya. Mereka mulai bergosip. Hahaa.
Temannya berkata, "Berapa banyak uang yang ingin kau bayar untuk sebuah berita utama?"
"Ah.. Lupakan." jawab Park Hae Young.
"Kau menganggap rendah orang yang lebih tua darimu hanya karena kau adalah generasi ke-3 dari penerus perusahaan besar?"
"Apa?"
"Kau tahu ada berapa banyak penyiaran berita langsung sekarang? The Blue House pasti menjadi tempat yang ricuh sekarang."
"Memang selalu kacau ditempat itu." jawab Park Hae Young dengan ringan. "Ada apa sekarang?"
"Pemerintah akan membangun kembali keluarga kerajaan."
"Keluarga kerajaan?" tanya Park Hae Young yang mulai tertarik mendengar berita itu. "Tidak mungkin."



Berita itu memang benar, saat ini pemerintah Korea tengah mengumumkan perihal pembentukkan kembali keluarga kerajaan.
Perwakilan presiden Korea mengumumkan secara resmi. "Warga Koreaku, sepeti yang telah Presiden rencanakan. Kalian akan mengetahui tentang pembetukan kembali keluarga kerajaan dengan mengadakan pemilihan umum. Kami akan melakukan seperti yang warga Korea inginkan. Keluarga kerajaan akan dibentuk dengan pertimbangan mengenai sejarah, kekayaan dan generasi. Mari kita membentuk kembali kebudayaan kita yang telah mulai rusak karena pengaruh luar."



Seperti sebuah keputusan, pasti ada kubu yang tidak setuju dengan keputusan pemerintah itu.
Ketua kubu kontra ini mengatakan, "Apa ini masuk akal? Kita membangun negara kita dengan demokrasi dengan cara hal itu. President,  lebih baik tidak mengurusi hal ini. Dia hanya berusaha untuk membuat semua hal ini menjadi rumit. Aku mengatakan hal ini karena ini benar-benar tidak masuk akal. Aku akan menolak dan membantai keputusan itu."



Lee Seol dan putri stella berpisah. Putri Stella harus kembali ke hotel.
Park Hae Young dan temannya masih membicarakan tentang keputusan pemerintah itu.
"Sepertinya presiden akan terus melakukan hal itu walaupun ada kubu yang menentangnya."
"Tidak mungkin. Keluarga kerajaan? Terserah." jawab Park Hae Young tidak peduli.


Setelah Princess Stella pergi, Lee Seol segera mencari Park Hae Young, ia akan  meminta bayaran. Dan ternyata Park Hae Young pun tak jauh dari tempatnya berdiri. Park Hae Young pun teringat untuk membayar pekerjaan Lee Seol, keduanya saling menghampiri.
"Kerja bagus." ungkap Park Hae Young.
"Aku hanya mengerjakan tugasku sebagai warga negara yang baik. Dan bayarannya.." ungkap Lee Seol seraya menengadahkan tangannya dan tersenyum ramah.
"Sebentar." Park Hae Young mengambil cek dari dompetnya.
Park Hae Young menyerahkan cek itu, kemudian ia menariknya kembali. Tapi Lee Seol sudah memegang cek itu.
"Apa yang kau lakukan. Kau juga bekerja untuk negara kan? Kenapa kau berubah pikiran?" tanya Lee Seo.
"Ini check sebesar 1000 dolar." jawab Park Hae Young.



Lee Seol segera terkejut dan melepaskan check itu. Park Hae Young mengambil cek yang lainnya di dompet. "Aku tidak punya uang tunai. Ada kembalian?" tanya Park HaeYoung seraya memberi cek 1000 dolar.


Lee Seol terdiam, kembalian? uang segitu banyaknya aja dia engga punya.. hahaa..
Park Hae Young kemudian memberikan kartu namanya. "Kau bisa mengirim pesan padaku, dan aku akan segera mengirimkan uang bayaran itu ke rekeningmu."
Lee Seol protes. "Kau sudah berjanji untuk membayarku langsung."

Handphone Park Hae Young berdering. Ia mendapat panggilan dari kakeknya, yang menyuruhnya untuk segera menemuinya. Kemudian ia segera pergi dan masuk ke dalam mobilnya. Ia tidak mempedulikan Lee Seol yang memanggil-manggil namanya. Mobil Park Hae Young menjauh dan Lee Seol mencoba mengejarnya seraya mengumpat.



Park Hae Young, Kakek Park Hae Young [President Park Dong Jae] dan ayah Oh Yoon Joo sedang berada di sebuah makam. Kakek Park Hae Young memberikan penghormatan pada makam itu. Dengan tenaganya yang mulai rapuh, ia harus dibantu saat hendak melakukan penghormatan.
"Kakek apa kau baik-baik saja?" tanya Park Hae Young.
"Tidak perlu mencemaskanku.." jawab Kakek.
"Jadi, kenapa kau datang ke sini?" tanya Park Hae  Young yang tidak mengerti, kenapa kakeknya harus ke tempat seperti ini kalau ternyata kesehatannya tidak membaik.



Ayah Oh Yoon Joon membantu kakek berdiri dan mengambilkan tongkatnya.
"Berhenti bicara. Cepat longgarkan jasmu dan lakukan penghormatan." suruh Kakek.
"Aku tidak punya banyak waktu. Aku akan segera pergi." jawab Park Hae Young. "Lagi pula, aku juga tidak tau siapa yang dimakamkan di makam ini?"
Kakek tidak juga menjelaskan siapa yang ada dimakamkan di tempat itu dan kenapa Park Hae Young harus melakukan penghormatan pada makam itu.
Park Hae Young kesal, "Baiklah. Aku tidak akan bertanya lagi. Setelah kau meninggal. Aku akan membangun rumah di tempat ini dan tinggal di dalamnya."
Park Hae Young lalu pergi dengan kesal.

Ayah Oh Yoon Joon segera berkata, "Aku akan segera mengejarnya dan memberikan pengertian padanya."
Kakek hanya terdiam dan bicara pada dirinya sendiri, "Yang Mulia, pasti anda sudah menunggu waktu yang sangat lama. Sekarang semua persiapan sudah dilakukan."



Lee Seol pergi tergesa-gesa ke kampus dengan sepeda, sesampainya di kampus. Ia segera pergi ke ruang organisasi. Baru saja datang, Lee Seol langsung saja membual tentang alasan kenapa ia kemarin tidak datang untuk kerja paruh waktu bersama mereka. Tapi, teman-temannya tidak percaya dengan bualan Lee Seol.



Kemudian, Prof. Nam Jung Woo datang. Prof. Nam Jung Woo adalah dosen favorite Lee Seol. Melihat Prof. Nam Jung Woo saja, sudah sangat membuat Lee Seol senang bukan kepalang. Mereka segera membungkuk memberikan salam pada prof. Nam Jung Woo.


Prof. Nam Jung Woo melihat gaya rambut Lee Seol. Lee Seol pikir Prof. Nam Jung Woo menyukainya, ia lalu berkata "Yah, Prof. Apa kau menyukai gaya seperti ini?"
Prof. Nam Jung Woo tersenyum lalu ia segera berkata pada teman Lee Seol yang lain bahwa ia akan pergi minggu ini, jadi prof. Nam Jung Woo meminta untuk dicarikan hotel. Ia menolak hotel yang penuh dengan gadis-gadis karena hotel seperti itu sangat bising baginya. Yang lain langsung tertawa mendengar prof. berkata seperti itu.




Di kelas sejarah dan archeologi sebagai dosen pengampu Prof. Nam Jung Woo, Lee Seol bukan memperhatikan pelajaran tapi malah terus memperhatikan prof. Nam Jung Woo. Dan siapa yang akan dinobatkan sebagai salah satu keluarga kerajaan yang baru saat ini? Tapi, beberapa sejarah mempercayai kalau Soon Jong telah menyembunyikan seorang putra.

Prof. Nam Jung Woo menjelaskan tentang sejarah peradaban korea. "Dari dulu sampai sekarang raja terakhir dari Korea adalah Soon Jong. Dan kita mengetahui bahwa Soon Joon tidak memiliki garis keturunan."





Ia bahkan membayangkan kalau dirinya bisa pergi bersama dengan prof. Nam Jung Woo ke mesir untuk penelitian. Lee Seol membayangkan dirinya berada di dalam peti mumi dan kemudian Prof. Nam Jung Woo menemukannya.


Lee Seol pura-pura tertidur di peti itu agar prof. Nam Jung Woo bisa membangunkannya dengan sebuah ciuman. Tapi saat melihat Lee Seol memanyunkan bibirnya, prof. Nam Jung Woo malah ketakutan dan pergi. Hahaa.. Lee Seol yang berada di peti itu langsung panik, karena prof. Nam Jung Woo meninggalkan dirinya begitu saja di dalam peti. Parahnya, peti itu malah ditutup oleh prof. Nam Jung Woo. Lee Seol sangat panik.


Pengandaian Lee Seol berakhir dengan teriakannya sendiri, ia berteriak tanpa sadar di tengah pelajaran, "Proffessor!!"
Jelas saja teriakannya membuat seluruh mata memandang aneh ke arah Lee Seol. Termasuk Prof. Nam Jung Woo yang juga ikut terkejut mendengar teriakan Lee Seol.
"Apa?" tanya Prof. Nam Jung Woo dengan ramah.
"Apa?" ulang Lee Seol.
"Kau baru saja memanggilku."
"Ah.. Maafkan aku." ucap Lee Seol dengan malu. Ia kembali duduk. "Aku baru saja memikirkan tentang hal lain beberapa waktu yang lalu." ucapnya dengan pelan.
"Kau baru saja memikirkan tentang sesuatu yang lain dan hal itu masih berkaitan denganku?" ucap prof. Nam Jung Woo seraya tersenyum.
Prof. Nam Jung Woo tertawa (ih, senyumnya manis.. haha) yang lain pun ikut tertawa.


Prof. Nam Jung Woo menutup pelajarannya. Ia tersenyum ke arah Lee Seol. Lee Seol berkata pada teman disebelah. "Lihat Lihat! Proffesor sangat senang saat aku memikirkannya."


Kemudian Lee Seol tanpa sengaja melihat ke bahan ajar yang terpampang di depannya. "Itu.."
Temannya menjelaskan. "Oh, kau pasti sedang tidur, jadi tidak mendengar penjelasan tentang hal itu, benarkan? Itu adalah buku Soon Jong. Itu bukan original, tapi hanya gambar. Gambar itu adalah motive dari perbuatan Prince Lee Young."




Teman Lee Seol segera menyindir Lee Seol untuk tidak menggoda prof. Nam Jung Woo. Karena Nam Jung Woo sudah memiliki kekasih. Dan mereka akhirnya bergosip ria. Dari mulai di kelas sampai perjalanan pulang. Mereka membicarakan tentang pacar proffesor. Teman Lee Seol menceritakan tentang gosip yang beredar, kalau pacar proffesro sangat cantik, memiliki kulit bersih, sangat kaya dan juga muda, ia juga seorang direktur dari Hae Young Museum. Jelas saja Lee Seol cemburu mendengarnya, karena ia benar-benar sangat menyukai profesor.







Lee Seol memaksa agar ia bisa ikut ke tempat temannya bekerja. Teman Lee Seol bekerja di salah satu bagian departement store yang menjual tas-tas mewah tingkat atas. Di tempat itu, Lee Seol bukannya membeli malah asik berfoto-foto dengan tas koper besar yang ada di sana. Tidak cukup uang untuk membeli koper itu, alhasil ia hanya bisa mengambil gambarnya untuk kenang-kenangan. Ia juga tidak lupa untuk mampir ke sebuah toko perhiasan. Lagi-lagi ia datang bukan untuk membeli tapi hanya melihat-lihat dan sekedar menanyakan harga kemudian berkomentar. Sampai akhirnya ia bertemu kembali dengan Park Hae Young.




Park Hae Young sedang berada di toko perhiasan mewah itu untuk membeli sebuah cincin mahal. Lee Seol melihat ke arah pria yang ada di sebelahnya, ia terkejut saat tau kalau itu adalah Park Hae Young.
"Oh, kau yang waktu itu." seru Lee Seol.
"Oh, Princess." jawab Park Hae Young.
"Katanya kau sibuk, kenapa ada di tempat ini?"
"Aku sudah tidak bekerja paruh waktu lagi, kau tau. Aku sangat telat saat itu. Sekarang berikan uang ku bayaranku yang 100 dollar itu."
"Aku tidak punya nomor rekeningmu."
"Aku harus pulang dulu untuk mengambilnya."
"Hanya 11 angka saja kau tidak bisa mengingatnya."
"Ah, itu account baru."



Park Hae Young berjalan ke arah kasir untuk membayar cincin yang dibelinya. Ia membayar langsung dengan total 6000 dolar.
"Apa? Kau akan bayar langsung sebesar 6000 dolar?" Lee Seol terperangah mendengarnya. "whoa."
Park Hae Young menandatangi kuitansi, lalu pelayan mengatakan kalau Park Hae Young akan mendapat hadiah kalau ia menukarkan kuitansi itu ke lantai bawah.

Sebelum pergi Park Hae Young berkata pada Lee Seol, "Berapa nomor rekeningmu?"
"Aku tidak ingat sekarang." jawab Lee Seol.
"Baiklah, kirimi aku pesan sesuai nomor yang aku berikan di kartu tanda pengenalku. Karena aku akan segera mengirim uang bayaranmu."
Lee Seol terpesona saat Park Hae Young pergi meninggalkannya. "Who.. Apa benar-benar ada orang seperti itu."




Karena Lee Seol selalu berbinar saat mendengar dan melihat uang, jadi ia memutuskan untuk mengikuti Park Hae Young dari belakang. Saat di lift, baik Park Hae Young dan Lee Seol merasa kikuk satu sama lain. Hahaa.. Lee Seol mengikuti Park Hae Young sampai ke area parking. Karena merasa risih sudah diikuti seperti itu akhirnya Park Hae Young membalikan badannya dan berbicara langsung dengan Lee Seol.


"Mau sampai kapan kau mengikutiku?" tanya Park Hae Young.
Lee Seol tersenyum malu. "Aku tahu, kau akan terganggu dengan hal ini. Tapi taukah kau, aku sangat ingin memilikinya dari hatiku yang paling dalam." Lee Seol mendekatkan wajahnya ke arah Park Hae Young. Lalu ia memutuskan untuk tidak mengatakan hal yang ingin ia katakan.


Tapi Park Hae Young penasaran dengan apa yang akan Lee Seol katakan,
"Sudahlah lupakan." ucap Lee Seol seraya menunduk dan berjalan pergi.
"Hey.. Kenapa seperti itu. Sepertinya kita tidak akan bertemu lagi, sebaiknya kau mengatakannya." kata Park Hae Young.
Lee Seol tersenyum senang, ia lalu berbalik dan menatap Park Hae Young dengan tatapan memelas. "Benarkah? Aku boleh mengatakannya? Kau tau, kau kan baru saja mendapatkan sebuah kuitansi dari pembelian tadi. Kalau kau tidak ingin menggunakannya lebih baik kau memberikannya padaku."
"Apa?" Park Hae Young tidak mengerti.




Lee Seol terus berbicara dengan mendekatkan wajahnya pada Park Hae Young, Park Hae Young berusaha menghindar. hahaa..
"Kau akan mendapatkan sebuah sertifikat pembelian saat kau melakukan transaksi lebih dari 3000. Sepertinya kau tidak terlalu memerlukannya. Dan aku sangat memerlukan hal itu. Hidupku akan menderita kalau tidak mendapatkannya."




Tapi kemudian handphone Park Hae Young berdering, ia mendapat telepon dari Oh Yoon Joo, ia segera mengangkatnya.
"Oh.. Oh Yoon Joo. Apa semua persiapan untuk pembukaan pameran besok sudah siap?" tanya Park Hae Young dengan ramah.
Lee Seo menunggu Park Hae Young selesai menelpon dengan tatapan harap-harap cemas.



Oh Yoon Joo adalah orang yang sama yang diceritakan oleh teman Lee Seol, itu artinya dia adalah orang disukai oleh proffesor. Tapi, Lee Seol tidak menyadari hal itu.

Oh Yoon Joo menelpon Park Hae Young di sebuah restaurant. "Kau tau, perayaan 20 tahun anniversary akan dilaksanakan besok. Dan terimakasih untuk direktur, karena sudah membuat para pekerjaku harus bekerja keras. Aku membiarkan pegawaiku pulang lebih awal dan saat ini aku sedang mengelap meja mereka." ucap Oh Yoon Joo membual.
"Oh, sudahlah. Biarkan saja, aku akan mengirimkan orang yang baru untuk membantumu." jawab Park Hae Young.
"Tidak masalah. Aku juga sangat senang melakukannya. Ini bukan pekerjaan yang berat." jawab Oh Yoon Joo.


Ternyata proffesor Nam Jung Woo ada janjian pertemua dengan Oh Yoon Joon tepat direstaurant itu. Prof. Nam Jung Woo melihat ke arah Oh Yoon Joon seraya tersenyum dan Oh Yoon Joon pun tersenyum ke arah professor. Proffesor memberi isyarat bahwa mereka berdua harus bicara. Oh Yoon Joon tersenyum lalu Prof. pergi.


Oh Yoon Joon meneruskan pembicaraannya dengan Park Hae Young. "Oh, bagaimana kalau besok kau datang. Aku yakin rasa lelahku akan hilang kalau kau datang."
"Baiklah. Aku akan menemuimu besok."
sambungan terputus.





Park Hae Young segera memanggil Lee Seol yang ada dibelakangnya.
"Ya..Aku disini." ucap Lee Seol.
Park Hae Young bertanya, "Apa kau seorang mahasiswa?"
"Ya. Lihat aku, bukankah aku seperti mereka? Matamu pasti rusak." jawa Lee Seol.
"Maukah kau mengerjakan pekerjaan yang akan aku berikan. Pekerjaannya tidak berat, hanya mengelap beberapa meja. Bayarannya.. Bayarannya adalah kuitansi ini dan uang 30 dollar. Bagaimana?"
Lee Seol kembali mendekatkan wajahnya ke arah Park Hae Young, ia menatap curiga. "Apa ini ada kaitannya dengan pacarmu? Oke! Kau hanya harus menunggu disini. Dan aku akan membuat wanitamu itu memanggilmu Hubby dan honey. Okey? Tunggu sini dan jangan kemana-mana." Lee Seol mengambil kuitansi berlian itu. "Kau tidak akan tau apa yang aku lakukan..." ucap Lee Seol seraya pergi meninggalkan Park Hae Young.


Park Hae Young tersenyum sendiri mendengar kalau Oh Yoon Joon akan mengatakan Hubby dan Honey kepadanya.


Benar saja. Park Hae Young menunggu Lee Seol, karena Lee Seol tak kunjung datang ia berkata, "Aku bodoh sekali, harus menunggunya seperti ini." Park Hae Young hendak masuk ke dalam mobilnya. Tapi dari kejauhan Lee Seol memanggilnya.
"Tunggu.. Tunggu.." ucap Lee Seol. "Kau bahkan tidak bisa menunggu selama 3 menit. Kalau seperti itu kau tidak akan bisa memakan mie ramen selama hidupmu." Lee Seol menyerahkan hasil yang ia dapat pada Park Hae Young.





Park Hae Young heran dengan apa yang diterimanya, "Lap?"
"Apa kau bodoh?" ucap Lee Seol dengan nafas yang tidak beraturan, ia sudah berlari sedari tadi agar Park Hae Young tidak menunggu lama.
"Bodoh?" Park Hae Young tertawa mengejek. "Sepertinya kau belum juga mengerti."
"Sudahlah. Kau pasti orang kaya, dan wanitamu itu pasti kaya juga. Kau pikir dengan uang dan membelikan cincin wanita kaya itu akan luluh dan tersentuh? Biasanya ketika seorang wanita diberikan sebuah benda yang tidak ia duga.. Hal itu.." Lee Seol mendramatisir. "Hal itu akan membuatnya sangat tersentuh. Jadi, pergilah dan bersihkan meja-meja itu dengan dirimu sendiri. Dan kau tahu? Tahun depan, aku yakin kau akan merayakan ulang tahu pertama anakmu?"
"Ulang tahun pertama?"
"Ahh.. Sepertinya kau sangat menyukai ide itu. Aigoo.." Lee Seol berkata dengan antusias. "Dan ini adalah miliku." ucapnya seraya menunjukkan kuitansi. "Fighting! Fighting!!" ucapnya lalu pergi meninggalkan Park Hae Young.





Park Hae Young mendapatkan pesan dari Oh Yoon Joo saat itu juga. Isi pesannya.
Kau tidak berpikir kau akan datang ke tempatku dengan membawa lap kan? Karena aku akan berhenti untuk menunggu, aku harus cepat-cepat mengurusi pekerjaan. Sampai bertemu besok dan selamat malam.

Park Hae Young tersenyum, tidak percaya ternyata semua prediksi Lee Seol tentang wanita benar.




Prof. Nam Jung Woo dan Oh Yoo bertemu dan mereka mengobrol satu sama lain. Kemudian Oh Yoon Joo menunjukkan pada prof. Nam Jung Woo sebuah museum yang akan mulai kembali di buka besok. Ruangan itu penuh dengan barang-barang antik dan itu membuat prof. Nam Jung Woo merasa terkesima melihatnya.




Prof. Nam Jung Woo berkata pada Oh YooN Joo. "Sekarang yang harus kita lakukan adalah menemukan cucu dari Soon Joon."
Oh Yoon Joo menjawab "Sangat tidak mungkin bagi kita untuk melakukan hal itu."
"Aku sudah memiliki sumber informasi tentang hal itu. Dan aku akan berusaha untuk sebaik mungkin agar informan itu memberikan informasinya." ucap Prof. Nam Jung Woo seraya tersenyum.
"Besok akan diadakan perayaan."
"Perayaan?"
"Rahasia. Maka dari itu datanglah dan ucapkan selamat padaku." ucap Yoon Joo seraya tersenyum.


Lee Seol berjalan pulang, karena rumah aslinya berada jauh, jadi ia tinggal menginap dari satu rumah temannya ke rumah temannya yang lain. Kali ini ia pergi ke tempat Dan-kakak Lee Seol, tapi saat hendak masuk, Dan langsung keluar dan mengusir Lee Seol untuk tidak tidur di tempatnya karena ia ingin sendiri.






Lee Seol berkeluh, "Kemana lagi aku pergi." ucapnya seraya duduk di halaman depan.

Akhirnya Lee Seol pergi ke kampusnya, ia menuju ke ruang organisasi, berharap kalau ia dapat tidur di tempat itu. Tapi, saat Lee Seol berjalan di koridor kampus dengan lampu mati, tiba-tiba lampu itu hidup satu persatu. Derap langkah seseorang yang menuju ke arahnya semakin cepat. Ternyata itu adalah prof. Nam Jung Woo.


Lee Seol terkejut melihat prof. Nam Jung Woo ada di kampus malam-malam seperti ini.

No comments:

Post a Comment