Thursday, September 8, 2011

Sinopsis My Princess episode 10 part 2

 Profesor Nam Jung Woo mengadakan janji pertemuan dengan kakak Lee Seol, Lee Dan. Mereka akan membicarakan tentang sachet milik Lee Dan.
"Aku mengunjungi panti asuhan dengan saudaramu." ucap Profesor Nam Jung Woo.
"Benarkah?" ucap Lee Dan.
"Pengasuh di panti asuhan mengatakan bahwa sachet milik Lee Dan, bukan Lee Seol. Aku datang untuk melihat apakah itu benar."
"Aku kira kalau Kau ingin menjadi putri, Kau harus memiliki itu. Mengetahui sebagaimana setiap orang
terus berbicara tentang hal itu." jawab Lee Dan. Sachet/tas bersejarah milik ratu yang seharusnya berada di tangan Lee Seol, sekarang sachet itu ada di tangan Lee Dan. Tanpa adanya sachet itu, Lee Seol belum syah untuk menjadi putri. Dan dengan sachet itu juga, Lee Dan bakal menggeser posisi Lee Seol, dengan berpura-pura mengatakan kalau sachet itu adalah sebenarnya adalah miliknya sendiri, bukan milik Lee Seol.

  "Sepertinya seseorang telah mempengaruhimu dengan topik ini, kan? Lalu, apakah Kau memiliki sachet itu?" tanya Profesor Nam Jung Woo.
"Kau profesornya Lee Seol. Dan Kau saat ini berada di pihak kerajaan, benar?"
"Ya."
"Kalau seperti itu, maka Aku harus berhati-hati kalau ingin mengatakan sesuatu. Jadi Aku harus berhati-hati karena Aku belum membahas hal inidengan Seol."
"Yang Aku ingin tahu adalah apakah Kau memiliki sachet itu."
"Yang Aku ingin tahu tentang hal itu adalah kalau Aku tidak memiliki sachet itu, apa saudara perempuanku akan berada di posisi yang kurang menguntungkan dengan hal itu. Aku tidak ingin melihat adikku disakiti."
"Tapi kenapa Kau terus-menerus menghindari untuk menjawab pertanyaan aku lontarkan? Apakah karena Kau tidak memiliki sachet itu?"
aaf, tetapi karena Aku sedang belajar untuk ujian .. Aku pergi dulu." jawab Lee Dan, kemudian ia pergi begitu saja.
  Oh Yoon memberitahukan tentang undangan dari presiden, "Ada undangan dari Blue House."
"Dari Blue House?" tanya Lee Seol.
"Ini suatu peristiwa di mana Kau akan bekerja sebagai sukarelawan di panti asuhan, di mana Kau dibesarkan.
Presiden menghormatimu dengan memintamu untuk berpartisipasi. Silakan mengikuti kegiatan itu." ucap Yoon Joo.
  "Aku tidak tahu apakah Kau ingin aku pergi atau tidak. Jika seperti yang Kau katakan, ini adalah acara publik."
"Lebih tepatnya, ini akan menunjukkan dukunganmu bagi Presiden. Tapi, Kau juga tidak akan rugi.
Kau memiliki kesempatan dari Presiden dengan melaksanakan apa yang Kau katakan dalam pidatomu."
"Fine. Aku akan pergi." jawab Lee Seol.
"Kau sangat kooperatif." puji Oh Yoon Joo.
"Apa pun itu, itu adalah hal yang baik."
 Profesor datang menemui Lee Seol, ia mengatakan apa saja informasi yang sudah ia dapat dari pertemuannya dengan Lee Dan.
"Apa yang kakakku katakan?" tanya Lee Seol penasaran.
"Sebenarnya kami berpisah dengan pembicaraan yang tidak terselesaikan. Dia tidak akan menjawab pertanyaanku dengan jelas.." jawab Profesor Nam Jung Woo.
"Dia tidak akan menanggapi pesanku. Aku khawatir tentang apa yang harus dilakukan." ucap Lee Seol.
"Dia pasti tahu tentang sachet itu. Tapi apakah dia memilikinya atau tidak, itu yang dipertanyakan. Dan Aku pikir ada seseorang yang sudah membicarakan tentang masalah ini terlebih dulu kepadanya." jawab Prof.
"Dan siapa itu?" tanya Lee Seol.
"Aku tidak tahu siapa itu. Tapi, Aku pikir itu adalah seseorang yang membenciamu menjadi putri." jawab Prof.
 "Mari kita berasumsi ia mengambilnya. Masalahnya adalah apakah itu asli atau palsu. Mungkin itu yang palsu." terka profesor.
"No. Karena mungkin itu asli."
"Apa? Jika sachet itu benar, maka tidak ada bukti nyata bahwa itu adalah milikmu."
"Tapi bagaimana bisa sachet itu ada di unnie?"
  Gun-I sedang mengajari Lee Seol cara memasak.
"Apa?" tanya Gun-i.
"Oh. Uhh, seberapa jauh kita sekarang?"
"Kau harus menambahkan lobak itu." suruh Gun-I.
"Ohh oke. Lobak."
"Tambahkan daun bawang dan bawang putih."
"Jadi apa yang selanjutnya?"
Lee Seol menjawab, "Keluarkan minyak dan biarkan beberapa detik sampai gelembung air muncul di atasnya dengan cinta dan ketulusan." Lee Seol tersenyum dan Gun-I berbunga-bunga.
"Anak-anak akan menyukai hatimu yang hangat." ucap Gun-I senang.

 "Apakah Kau pikir begitu? Dalam hal ini, bisakah idola kerajaan membiarkan Gun mencicipinya?" ucap Lee Seol seraya menyendokkan masakannya, lalu menyuapi Gun-i. Tapi, hal itu terhenti karena kedatangan Park Hae Young. Gun-I gugup, ia lalu berkata, "Aku akan pergi. Jika ada masalah, hubungiku. Aku berharap sup ini akan matang dengan rasa yang sedap OK." ucap Gun-I seraya pergi.
"Seseorang yang menarik perhatian, harus kembali ke tempat dimana ia berada." ucap Gun-I menyemangati dirinya sendiri seraya berjalan meninggalkan Lee Seol.

 "Orang itu masih belum sadar." ejek Park Hae Young. "Apakah Kau melakukan ini karena acara panti asuhan?"
"Ya, kenapa?" tanya Lee Seol.
"Dengan izin siapa, mengapa Kau pergi ke sana? Bukankah aku mengatakan bahwa Kau perlu persetujuanku untuk pergi ke mana saja?"
"Tapi mengapa Aku tidak boleh pergi ke sana?"
"Kalau Kau belum siap dengan keadaan publik, lalu kemana lagi Kau harus pergi?"
"Aku hanya akan memasak Kalbi (daging) sup, apa juga harus memiliki persiapan? Memotong daging dengan hati yang sederhana. Sudah cukup, bukan?" ucap Lee Seol.
 "Tidak, itu tidak cukup. Karena hal ini akan terjadi! Apakah Kau pikir Kau pergi ke sana hanya untuk membuat Kalbi (daging) sup?" Park Hae Young kesal, ia sebenarnya ingin mengatakan kalau acara panti asuhan itu hanya siasat presiden untuk menarik simpati masyarakat, dan ia memanfaatkan Lee Seol untuk kepentingannya politiknya. Tapi, Park Hae Young sulit untuk mengatakan hal itu.  "Kau .. Kau sengaja berusaha untuk menggangguku? Mencoba untuk membuat Aku marah? Kau begitu naif.
Aku tidak akan membiarkan Kau pergi ke manapun."
 "Mengapa? Mengapa? Apakah Aku milik Kau? Apa yang Kau lihat?! Yah, aku tahu siapa yang Aku paling suka. Jika itu adalah untuk politik, maka Aku akan menjadi Mishil .. Tapi saat ini Aku memegang pisau, Aku akan menjadi Dae Jang Geum." ucap Lee Seol dengan dramatis. HAHAAAAA... sumpah keren ini,

If it is for politics, then I will be Mishil.. But the moment I hold a knife, I become Dae Jang Geum.

 "Bukankah aku memberitahumu untuk berhenti menonton drama?" Park Hae young kesal.
Lee Seol kembali berpura-pura menjadi Dae Jang Geum, ia berkata seraya memotong lobak, "Meskipun satu hal yang patut disesalkan ... Orang yang mencintai Aku dan selalu menjaga aku ... Ji Jin Hee yang tidak ada di sini."
Di sambung dengan nyanyian Dae jang Geum, Lee Seol bernyanyi, "Onara Onara Ona Aju, Aju Onara Onara ... (Dae Jang Geum tema)" HHAAHAA...
"Onara Onara Ona Aju, Aju Onara Onara ... (Dae Jang Geum tema)
"Ahhh Kau begitu berisik! Cepat dan lepaskan celemek itu ." suruh Park Hae Young yang mulai risih dengan Lee Seol dan pendramaannya.
"Aku harus menyelesaikan apa yang Aku memasak."
 "Jangan keras kepala. Tapi aku akan mengatakan ini lagi ... Kau pasti tidak akan bisa pergi ke panti asuhan. Paham? Aku memberitahu Kau lagi."
"Geez ... Aku tidak mau!"
"Aku yang akan memutuskan apakah Aku pergi atau tidak pergi! "
"Ahhh benar-benar!" Lee Seol kesal.
 Lee Seol datang menemui Oh Yoon Joo, ia berkata, "Aku.. Akan pergi ke panti asuhan."
"Go. Aku mengatakan kau bisa pergi." jawab Oh Yoon Joo. "Ada masalah apa?"
"Karena Park Hae Young mengatakan kepada Aku untuk tidak pergi. Kalian berdua memang ditetapkan bersama, tetapi kalian sedang bermain dalam permainan yang berbeda." Lee Seol mulai curiga mengenai hubungan Oh Yoon Joo dan Park Hae Young yang mulai tidak membaik.
"Aku heran mengapa Oppa melakukan hal itu. Karena ini adalah peristiwa yang baik, Princess kita harus memakai sesuatu yang cantik. Aku akan mencoba berbicara dengannya." ucap Yoo Joo.
"Maaf .. tapi .."
"Apa?"
"Tetapi karena Direktur Oh menyuruhku pergi, ... faktanya bahwa Aku tidak harus pergi ke panti asuhan nampaknya lebih masuk akal. Aku akan mengubah acara tersebut." jawab Lee Seol dengan tegas. Ia berencana untuk mengubah acara panti asuhan itu. Ia mengubah acara sosial itu, Lee Seol membiarkan acara sosial diadakan di istana sehingga ia tidak melanggar perintah Park Hae Young, untuk tidak keluar dari istana.
 "Anak-anak! Sang Putri telah tiba! Hey Kids! Putri telah tiba!" ucap pengawal. Anak-anak panti asuhan langsung terdiam.
Lee Seol lalu berkata dengan tersenyum lembut, "Anak-anakku, Aku menyambut hangat kalian semua."
Semuanya tetap terdiam, lalu kemudian serentak mereka langsung memeluk Lee Seol.
"Wow, itu sang putri! Hello! Wow! Princess benar-benar cantik!" ucap anak-anak panti itu.
"Apakah Kau membawa ini untuk diberikan kepasa Aku?" tanya Lee Seol saat menerima satu ikat bunga.
"Ya!"
 "Ah, terima kasih! Dengan Aku, Aku akan menunjukkan isi istana! Apa yang ingin Kau lakukan? Apakah Kau ingin melihat kamarku?" tanya Lee Seol.
"Ya!" semuanya menjawab serentak.
"Kamarku adalah ruangan khusus sang Putri dan sangat indah! Apakah Kau ingin melihatnya?"
"Ya!"
"Karena Aku belum terlalu lama di sini, apakah Kau ingin melihat-lihat istana bersama-sama?"
"Ya!"
 Oh Yoon Joo memperhatikan apa yang terjadi, kemudian asistennya berkata memberitahukan informasi. "Lee Dan telah tiba."
"Ya! Ini adalah sesuatu yang jangan sampai Park Hae Young mengetahui hal ini." ucap Yoon Joo.
"Jangan khawatir. Untungnya, hari ini ada acara di kementerian sehingga dia sudah pergi."
"Sebuah acara?"
 Park Hae Young tidak sedang pergi ke acara kementrian, ia sedang menghadap kakeknya. Park Hae Young benar-benar ingin mengetahui apa yang sebenanrya ayahnya sudah lakukan.
"Mengapa Kau tampak begitu serius? Apakah tentang Yoon Joo?" tanya kakek.
"No Ini tentang Ayah. Kau bilang sebelumnya .. Mengenai ayah .. Alasan kenapa Ayah diusir .. Apakah karena ia menyebabkan keturunan keluarga kekaisaran tidak diakui?" tanya Park Hae Young..
"Aku tahu bahwa suatu hari nanti aku akan memberitahu Kau tentang ayahmu. Aku takut, Kau akan
perlahan-lahan menjadi seperti ayahmu tetapi Aku masih percaya pada Kau." jawab Kakek.
"Jika Kau percaya pada Aku, Kau seharusnya tidak akan mengatakan hal-hal seperti itu."
"Kau masih muda itu. Aku bisa melihat bahwa ketika ayahmu pergi, Kau sangat kesepian. Tapi aku tidak bisa memaafkan ayahmu. Dia melakukan suatu dosa yang tidak termaafkan. Dia menimbulkan banyak kekacauan pada sejarah negara yang tidak dapat disembunyikan. "
"Ayah ..." Park Hae Young akhirnya mengatakan apa yang sebenarnya tidak ingin ia katakan, "Ia tidak menyebabkan kematian sang pangeran, kan?"
"Apakah Kau benar-benar mempercayai hal itu? Bahkan ayahmu mengaku tidak bersalah." jawab Kakek. "Namun Aku berpikir sebaliknya. istana ini benar-benar sangat kacau. Karena tiba-tiba sudah ada pengaturan tentang istana yang telah dibuat."
 Oh Yoon Joo menemui Lee Dan.
"Kau tidak datang menemuiku untuk minum teh beberapa waktu yang lalu.." ucap Lee Dan.
"Kapan Kau akan mengerti? Banyak yang mengatakan kalau Kau sedang berusaha untuk belajar berbohong.. Kenapa, saat satu kali seseorang mengatakan hal itu, Kau tidak langsung mengerti? Bukankah Aku katakan sebelumnya jangan muncul di hadapan Aku lagi?" ucap Yoon Joo. "Aku tidak peduli apa yang Kau miliki atau
tidak dan betapa pentingnya. Aku tidak membutuhkannya itu."
"Ini hanya akan menjadi sedikit tidak nyaman. Lalu, mengapa Kau bertemu Kau ingin bertemu denganku?" jawab Lee Dan.
  "Jadi ini adalah waktu yang terakhir. Kau tau, kartu kemenanganmu adalah sachet itu? Kalau Kau berhasil memilikinya. Maka, Aku akan memberikan hadiah. Ini akan lebih daripada yang pernah Kau bayangkan.
Jangan konyol." jawab Oh Yoon Joo
Lee Dan kesal, sebenarnya maksud kedatangannya ke istana untuk menemui Oh Yoon Joo adalah untuk membicarakan tentang sachet yang ia miliki, bahkan ia ingin melaporkan kalau kemarin ia bertemu dengan Profesor, tapi karena Oh Yoon joo berkata sesuatu hal yang membuatnya kesal, Lee Dan berasumsi bahwa Oh Yoon Joo tidak bisa lagi diajak kerja sama. Ia lalu pergi begitu saja dari hadapan Oh Yoon Joo.
Karena tidak bisa bekerja sama dengan Oh Yoon Joo, maka Lee Dan mencari Profesor Nam Jung Woo. Lee Dan menganggap, kalau Profesor salah seorang yang bisa ia percayai bahkan bisa ia manfaatkan.


 "Aku memilikinya. sachet itu. Aku mengatakan bahwa Aku memilikinya." ucap Lee Dan.
"Aku sudah curiga dengan hal itu .. Hanya saja sulit untuk mencari tahu apakah Kau membawanya sekarang? Aku bisa saja dibodohi." jawab Profesor.
"Jika ini benar-benar adalah sachet ratu Myeong, ini adalah momen bersejarah dalam hidupku." ucap Profesor seraya membuka kotak berisi sachet/tas ratu Myeong. Profesor terkesima karena selama ini ia mencari benda yang ada di hadapannya itu.
"Ini adalah milikku. Aku mengatakan bahwa itu adalah milikku." ucap Lee Dan kembali menegaskan.
"Benarkah?"
"Aku ingin mempercayai Profesor Nam. Verifikasilah kalau itu benar. Jika sachet itu milik Ratu Myseong?"
"Mengapa kamu percaya padaku?" tanya Profesor.
"Karena sesuatu hal yang baru saja aku lihat."
"Apa maksudmu?"
"Jika aku tidak ada di sini, Kau pasti akan menjaga sachet itu."
"Aku akan mengevaluasi, untuk mendapatkakn pendapat yang akurat, komite barang antik harus mengevaluasinya. Ini akan memakan waktu." Jawab Profesor Nam Jung Woo.
"Aku akan menunggu." jawab Lee Dan.

  Lee Seol membacakan cerita pada anak-anak panti. Anak-anak panti menyimak dengan baik.
"Ratu hampir pingsan ketika dia mengeatahui pengantin itu adalah Snow White. Setelah Pangeran dan Snow White menikah, mereka hidup bahagia selamanya." Lee Seol selesai membacakan cerita.
Park Hae Young datang, ia langsung mendekati Lee Seol seraya berkata pelan, "Apa ini? Apa yang terjadi?" "Kau bilang jangan pergi panti asuhan .. Jadi Aku membawa mereka ke istana." jawab Lee Seol polos.
"Apa? Apa yang kau lakukan?" Park Hae Young kesal.


  Salah seorang anak panti bertanya dan mengalihkan pembicaraan antara Lee Seol dan Park Hae Young. "Putri Lee Seol, dibandingkan dengan Putri di dongeng dan Putri Lee Seol, siapa yang lebih cantik?" tanya anak panti itu.
"Tentu saja Putri Lee Seol lebih cantik dari putri di dongeng itu." jawab pengasuh.
"Tidak!" jawab anak-anak panti dengan serentak.
"Kalian semua! Kau pikir aku jelek?" tanya Lee Seol.
Park Hae Young tersenyum mendengar hal itu.
"Ya!" jawab mereka bersamaan.
"Mengapa?" tanya Lee Seol.
"Karena Kau tidak memiliki seorang pangeran!" jawab anak-anak panti seraya bersorak.
Lee Seol bingung, ia lalu berkata seraya merangkul lengan Park Hae Young. "Pangeran ada di sini. Apakah kalian semua tidak lapar?"
"Ya!"
"Apakah kita memiliki sesuatu yang lezat?"
"Ya!"
Ketua pengawal berkata pada Lee Seol, "Putri, Presiden telah tiba."
"Kenapa Presiden di sini?" ucap Park Hae Young.
"Aku yang memanggilnya. Mengapa?" jawab Lee Seol.
"Apa?"
  Presiden datang ke istana dan para wartawan sibuk mengambil gambar dan report dari presiden.
"Putri, kemarilah silahkan." panggil Presiden pada Lee Seol yang berdiri agak jauh dari reporter dan presiden.
Dengan canggung Lee Seol menghampiri Presiden,
"Aku tahu Kau gugup. Tapi rilekslah sehingga anak-anak juga bisa nyaman." ucap Presiden seraya berbisik.
"Ya ..." jawab Lee Seol.
"Lihat di sini! Lihat di sini! Look over this way! Ini adalah kegiatan yang diadakan oleh Putri. Mengapa Presiden berpartisipasi?" tanya salah satu reporter.
"Ya, untuk ikut merayakan Tahun Baru, Aku mengusulkan kegiatan ini untuk sang Putri untuk berbagi kehangatannya bersama anak-anak. Putri sangat setuju untuk melakukannya." ucap Presiden.
Lee Seol terus saja melihat ke arah Park Hae Young, Lee Seol gugup dan tidak tau harus berkata apa.
  Park Hae Young lalu bertindak, ia menghalangi para reporter untuk mengambil gambar Lee Seol.
"Aku Diplomat istana Park Hae Young. Pertama, terima kasih kepada para wartawan yang datang hari ini. Aku ingin menekankan lagi, Putri mengadakan acara ini .. Tidak ada kaitannya dengan implikasi politik. keluarga kerajaan Korea akan mempertahankan kemerdekaan mereka dan tidak terkait dengan politik. Aku tidak akan mengizinkan siapapun untuk mengganggu kekaisaran keluarga yang tersisa. Kemudian karena jadwal sang Putri .. Dia akan pergi sekarang. Permisi." ucap Park Hae Young seraya pergi, ia menarik pelan tangan Lee Seol agar Lee Seol berjalan cepat.

  Kemudian, Park Hae Young mulai berkata jujur, ia berkata pada Lee Seol bahwa sebenarnya Presiden mengadakan acara ini untuk memanfaatkan Lee Seol, ia hanya mencari popularitas dan simpati dari masyarakat. Lee Seol mengerti. Kesalahan fatal yang dilakukan Park Hae Young adalah menyudutkan Presiden. Ya, sikapnya tadi secara tidak langsung merupakan sikap menentang Presiden. Dan konsekuensi yang akan diterima Park Hae Young adalah kedudukannya akan terancam dan presieden juga akan membuat sebuah perlawanan pada keluarga kerajaan. Lee Seol tambah mengerti. Ia tahu, kalau semua adalah kesalahannya. Semua adalah kesalahannya. Lee Seol menangis.


  My Princess selalu punya ending yang mengejutkan, kali ini episode 10 diakhiri dengan ungkapan Park Hae Young. Park Hae Young menemui Lee Seol dan ia berkata, "Izinkan aku bertanya satu hal. Bisakah kau tidak menjadi seorang putri? Apakah kau akan kalau kau tidak menjadi seorang Princess? Dari pada menjadi Princess ... Bisakah kau menjadi wanitaku?"

No comments:

Post a Comment