Thursday, September 8, 2011

Sinopsis My Princess episode 11

"Aku tak akan menjawab"
Lee Seol meneruskan kalau karenanyalah, Hae Young mengesampingkan pekerjaanya dan karenanya juga ia tak menerima warisan. Jadi bagaimana ia dapat menjawabnya? Karena jawaban yang akan ia berikan malah akan menambah beban untuk Hae Young. Park Hae Young, seseorang yang aku tak dapat melindunginya. Jadi bagaimana bisa ia menjawabnya? Walaupun dia harus mati, dia tetap akan menjawabnya.


Hae Young tersenyum kecil, memuji Lee Seol yang menjawab seperti yang diajarkan. Pertanyaan yang dia berikan : buruk, tapi jawaban yang Lee Seol berikan : bagus.

"Yang ini jangan dilupakan."
Hae Young tahu maksud Lee Seol, Lee Seol juga tahu kalau Hae Young mengerti jawaban ia sebenarnya.

Tapi.... nenek bilang jangan berdua-duaan sendirian, nanti ada setan lewat.

Ternyata beneran loh.


Just beware of the jealous woman. Yoon Ju pasti merencanakan sesuatu karena ia saat itu juga mendatangi Jung Woo di rumahnya dan dan tanpa berbasa-basi langsung menanyakan keberadaan dan keaslian kantong itu. Jung Woo balik bertanya apa yang Yoon Ju inginkan?

Jung Woo sendiri mengharapkan kantong itu asli, demi yang benar-benar peduli akan kerajaan. Namun jika demi orang-orang yang ingin menyalahgunakan, ia mengharapkan kantong itu palsu atau tak ada. Dan Lee Dan tak mungkin dapat menjadi Putri hanya dengan memiliki kantong itu. Jadi apa yang Yoon Ju inginkan?

"Ingin yang terburuk. Tapi karena kau telah mengatakan kemungkinan terakhir itu (tak mungkin terlaksana), aku memikirkan hal lain yang lebih buruk."

O o... scary thought!

Pagi-pagi sekali Lee Seol sudah menunggu koran datang. Betapa terkejutnya ia. Berita tentang kejadian kemarin dengan Presiden lebih buruk dari yang dia duga.


Gun yang khawatir akan kesehatan Putri, membujuknya untuk makan, tak mempedulikan dayang-dayang yang mencoba bermain mata dengannya.


Seperti yang Hae Young duga, Presiden sangat marah akan penghinaan yang dilakukan oleh Hae Young. Dia menampakkan maksud aslinya yang tak setuju akan dua kepala dalam satu negara (Kepala pemerintahan dan Kepala negara). Presiden berpikir mereka memiliki tujuan yang sama. Namun karena Hae Young sudah mengkhianatinya, dia menyuruh Hae Young agar segera meninggalkan istana, alias dipecat.


Lee Dan menemui Yoon Ju, dan mereka berdua sama-sama memastikan masing-masing tahu apa niat asli mereka. Semua kartu dibuka. Tujuan mereka adalah satu, menyingkirkan Lee Seol. Yoon Ju memberi kesempatan bagi Lee Dan untuk menjadi Putri menggantikan Lee Seol. Lee Dan mencoba mengulur tawaran Yoon Ju lebih jauh lagi, kalau referendum tentang kerajaan berhasil digolkan, apakah ia akan jadi Putri selamanya?

"Apakah kau pikir setelah aku menyingkirkan yang asli, aku akan melayani yang palsu?"
Good point. Lee Dan pun hanya mencoba-coba. Yoon Ju berjanji, sampai proses voting selesai, Lee Dan dapat menjadi Putri. Setelah itu ia akan mengirim Lee Dan ke luar negeri dan mengurus sisanya. Lee Dan puas dengan pembagian seperti itu.

Ia berkunjung ke calon kamarnya, dimana Lee Seol berada. Lee Seol merasa senang, karena kakaknya sudah tak marah lagi padanya, dan menanyakan kabar ibu. Lee Dan tak menggubris, malah membaca surat dari anak panti asuhan yang mengatakan kalau Lee Seol memberikan harapan pada mereka. Lee Dan mencemooh karena kenangan masa kecilnya buruk dan memalukan baginya. Dan karena ia adalah Lee Dan, sebelum ia pergi ia menyuruh Lee Seol untuk sudah keluar dari kamar ini saat pertemuan berikutnya.


Lee Seol kembali ke tempat peristirahatannya, namun ternyata sudah didahului oleh Hae Young. Tak ingin bertemu dengannya, Lee Seol mengendap-endap, menghindarinya.

Mungkin Lee Seol berpikir dirinya adalah sosok kartun yang bisa menipiskan badannya dan tak terlihat.


Hae Young pun berpikir seperti itu. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya pada kelakuan Lee Seol.


"Aku melihatmu."
Lee Seol menyalahkan Hae Young yang tidak mengikuti 'jadwal berkunjung', namun Hae Young berkilah ia tak pernah berjanji untuk menepatinya. Maka Lee Seol mencoba menarik garis yang jelas, siapa dia sebenarnya? Tom atau Jerry?
Hae Young tersenyum dan menjawab dia adalah Tom, karena dialah yang mengejar.

Aww... pengakuan lagi? Dan dengan menjawab Tom, ia mengakui kalau dia yang sering dipermainkan oleh Lee Seol, karena tingkah Lee Seol sering tak terduga olehnya.

Ia hanya ingin bertemu dengan Lee Seol. Lee Seol buru-buru menutupi telinganya, berharap tidak mendengar apa yang akan diucapkan oleh Hae Young, mungkin seperti menyuruhnya melupakan kejadian kemarin. Hae Young meyakinkannya kalau hari ini ia akan selalu bersama Lee Seol dan mengajaknya makan bersama.


Lee  Seol yang tak terbiasa akan perlakuan manis Hae Young tetap curiga akan sikapnya. Ia ragu-ragu untuk makan bersama (dan mungkin Hae Young akan memintanya lagi untuk tidak menjadi Putri dan menjadi miliknya). Yah, sekali ditembak mungkin dapat menolak. Tapi dua kali ditembak? Siapa juga yang bisa tahan?


Maka saat Hae Young mengagetkannya dari belakang, Lee Seol diselamatkan oleh telepon sahabatnya yang memintanya untuk menemuinya di toko tempatnya bekerja. Berpura-pura bahwa Prof. Jung meneleponnya karena urusan penting, ia meninggalkan Hae Young.


Lee Seol curhat tentang problem cintanya pada sahabatnya, Sun Ah. Ia merasa si P itu sepertinya dekat padahal jauh, dan walaupun jauh padahal dekat. Sahabatnya mengerutkan kening, walaupun sudah menjadi Putri, Lee Seol tetap bertepuk sebelah tangan? Sahabatnya menyuruhnya untuk mengaku pada Mr. P.


Yang tiba-tiba muncul dari kejauhan. Lee Seol buru-buru mencari tempat persembunyian agar tidak ketahuan.


Ternyata Hae Young datang untuk membeli koper. Setelah berbasa-basi dengan Sun Ah, yang ia ketahui sebagai teman Lee Seol, ia menunjuk koper yang sudah diincarnya. Sun Ah meminta agar tidak buru-buru memilih karena  toko mereka memiliki banyak koper yang cantik. Tapi Hae Young tetap bersikeras karena ia sudah menyukai koper itu pada pandangan pertama. Dan ia menghentikan bujukan Sun Ah dengan mengeluarkan kartu kreditnya.


Hae Young menarik koper barunya ke tempat yang sepi.


Ditunggunya sampai ada tangan yang keluar dari koper, dan voila..!

"Karena kau sudah suka di dalam, kau tinggal di sana lebih lama lagi saja."
Lee Seol sekarang menganggap dirinya Jumong (dimana legendanya mengatakan kalau ia berasal dari telur), karena ia sekarang sedang lahir kembali (dari koper).

Lee Seol mengira Hae Young mengejarnya lagi, tapi Hae Young berkilah kalau ia membeli koper. Ia tak mungkin mencari Lee Seol karena ia bisa gila karena malu. Lee Seol mengajak Hae Young untuk bersama-sama (merasa malu) karena sudah kepalang basah. Hae Young menolak dan menyuruh Lee Seol memilih antara masuk lagi ke dalam koper atau keluar mengikutinya.

"Tolong..!"
Lee Seol mengeluh sebagai Putri ia tak mempunyai Me Time, dan ingin bermain bersama Sun Ah.  Hae Young mencemooh Lee Seol yang hanya berkata di bibir saja waktu mengatakan akan menjadi Putri yang baik, padahal ia masih belum menunjukkan bagaimana Putri yang seharusnya. Kalau saja ia tahu dari dulu (kalau hasilnya seperti ini), ia akan mengajar Lee Seol lebih keras lagi. Jadi sekarang ia akan memberikan pelajaran di luar kelas.


Lee Seol menutup telinganya dan mengoceh agar ia tak mendengar kuliah Hae Young. Hae Young meraih kedua tangan Lee Seol dan mulai mengajar, "1. Jangan biarkan tanganmu digenggam orang lain, 2. Tak boleh naik ke mobil orang lain, 3. Tak boleh digendong (piggyback) oleh orang lain, 4. Tidak boleh minum dan mabuk dengan orang lain."

"Dan yang terakhir : Jangan pernah menerima pernyataan cinta dari orang lain."
Best love confession ever! Dan menunjukkan betapa posesifnya Hae Young. Hae Young meminta Lee Seol mencatatnya di hati. Lee Seol memintanya untuk mengulangnya sekali lagi, namun Hae Young mengabaikannya dan mengatakan pelajaran selanjutnya adalah praktikum.

Hae Young membawa Lee Seol ke tempat pertama kali mereka bertemu. Saat melihat Putri yang menggantikannya di singgasana, ia mengatakan ingin berfoto dengannya. Hae Young, yang belum pernah memperlakukannya secara protokoler, mengatakan untuk pertama dan terakhir ia akan melakukan untuknya.


Lee Seol mengatakan kalau ini memang yang pertama, tapi mengapa juga yang terakhir? Hae Young menjawab sambil lalu, "Memang aku gila apa, mau melakukan ini dua kali?"


Sepertinya di job description menjadi Putri di tempat foto adalah meminta bayaran di muka, sebab hal itu juga dilakukan oleh Putri tersebut. Dan sesaat setelahnya, mereka dikerumuni orang-orang yang menyadari siapa yang berada di atas panggung.


Lee Seol berjanji akan berfoto dengan mereka gratis asal mereka berjanji tak menaruhnya di internet. Dan akhirnya sesi fotopun dilakukan. Satu per satu antri untuk berfoto dengan Putri.

Sampailah Hae Young pada gilirannya. Lee Seol menolaknya tapi tak disetujui oleh Hae Young karena ia juga antri seperti yang lain. Lee Seol kemudian minta bayaran terlebih dahulu, dan saat Hae Young mengeluarkan dompetnya, Lee Seol langsung bertanya apakah ia akan mengeluarkan cek? Atau meminta kembalian 995.000 won?


Sekembalinya mereka ke istana, mereka mengomentari foto-foto yang mereka buat. Lee Seol menganggap menjadi Putri bukan pekerjaan yang mudah. Mendengar keluhan satu per satu (seperti yang pernah dia jawab via email) bahkan mungkin sekarang ada email yang masuk ke mailbox-nya.


Dengan serius Hae Young menambahkan, bahwa sekarang ia tahu bahwa menjadi Putri bukannya 'meminta bayaran 5000 won', tapi seperti Putri yang baru saja ia tunjukkan di antrian tadi. Dan mulai sekarang Lee Seol harus melihat rakyat secara langsung dan ikut menyelesaikan masalah mereka. Hae Young minta Lee Seol berjanji padanya untuk melakukannya.

Lee Seol merasa Hae Young agak aneh seharian ini, dan menanyakan sebabnya. Hae Young berkelit mengatakan kalau Jung Woo menghubungi Lee Seol untuk berbicara mengenai kantong Ratu, dan meyuruhnya segera pergi.

Namun  Hae Young seakan enggan melepas Lee Seol pergi. Ia meraih tangan Lee Seol, dan menggenggamnya erat. Sesaat mereka hanya bertatapan sampai akhirnya Hae Young mengambil foto yang masih dipegang Lee Seol dan memintanya.


Walaupun foto itu sudah beralih kepemilikan, Hae Young tetap tak mau melepaskan tangannya, semakin membuat bingung Lee Seol. Hae Young yang tersadar akan tindakannya, berlagak meneliti foto itu. Lee Seol menganggap Hae Young memperhatikan gaya smiley hand yang benar, dan ia mencontohkannya.


Setelah Lee Seol pergi, Hae Young memandangi foto itu dengan sedih.


Jung Woo mengabarkan pada Lee Seol tentang keaslian kantong itu. Jadi Lee Seol yang masih tak percaya, mengajak Jung Woo untuk pergi ke panti asuhan lagi dan bertanya pada Suster Kepala tentang orang tua kandung Lee Dan.


Suster Kepala mengatakan kadang-kadang anak-anak berimajinasi tentang orang tua mereka, seperti 'orang tuanya datang kemarin' atau 'orang tuanya kaya raya'. Lee Dan membicarakan ibunya terus menerus, sementara Lee Seol membicarakan tentang ayah dan seorang paman. Dan saat Suster Kepala bertanya pada Lee Seol kecil, Lee Seol kecil berkata jika ia tinggal bersama dengan paman, ayah akan datang menjemputnya. Hal ini membuat bingung Lee Seol karena ia tak ingat tentang paman itu.

Sesampainya mereka di istana, Yoon Ju datang melabraknya. Ia mengatakan, karenanya (ulahnya kemarin), Hae Young dipecat dari posisinya. Lee Seol yang tak percaya segera mencari Hae Young.


Jung Woo hendak mengejarnya namun ditahan olehYoon Ju, "Jangan mengejarnya. Walaupun yang lain pergi ke sisinya, kau tak boleh. Karena aku telah meninggalkanmu untuk mengejar sesuatu, tapi malah gadis itu yang mendapatkannya."

Mungkin Yoon Ju perlu periksa ke dokter, karena logikanya kebalik-balik.

Lee Seol tak menemukan Hae Young dimanapun. Ia malah menemukan dokumen yang ditujukan untuknya, yang menyatakan bahwa ia, Hae Young, telah melakukan tugas pertama dari Putri, yaitu menyumbangkan hartanya. Kemudian ada sms dari Hae Young kalau ia meninggalkan dua hadiah untuknya.


Dan ibunya masuk ke dalam kamar, dan Lee Seol menghambur ke pelukan ibunya dan menangis. Ibunya meminta maaf karena baru datang sekarang. Park Hae Young memintanya datang untuk memeluk Lee Seol erat, karena Lee Seol saat ini sedang terluka. Lee Seol semakin terisak-isak, karena walaupun sudah tak ada di sisinya, Hae Young masih tetap menjaganya.


Jung Woo menemui Hae Young yang memintanya datang. Ia secara khusus meminta Jung Woo menjaga Lee Seol karena Lee Seol masih suka menimbulkan masalah yang tak kecil. Jung Woo menganggap aneh permintaan Hae Young, karena ia seperti menyerahkan (yang berarti dia dulu pernah memiliki) Lee Seol.


Hae Young mempersiapkan keberangkatannya ke New York. Ia sudah meminta rekan kerjanya untuk melacak keberadaan ayahnya di sana. Ia juga sudah mengundurkan diri dari tempat kerjanya yang lama. Semua sudah siap. Ia siap pergi.


Namun Lee Seol tak siap ditinggalkan Hae Young. Ia masih berusaha menghubungi Hae Young, walau selalu gagal. Ia berharap Hae Young meneleponnya atau menjawab teleponnya. Ia semakin tak siap setelah melihat ada guru baru yang telah hadir untuknya. Dan itu membuktikan suatu hal.


Ia menelepon meminta informasi tentang kepergian Hae Young. Kemudian ia bergegas ke bandara, mencari ke seluruh sudut, dan di antara sekian ribu orang,


Lee Seol menangis melihat Hae Young pergi meninggalkannya tanpa satu kata. Tanpa mengatakan selamat tinggal. Kenapa ia pergi sejauh itu? Kapan ia akan pulang? Hae Young tak dapat menjawab pasti karena ia juga tak tahu.


Saat itu datang pengawal Lee Seol yang mengangsurkan handphone pada Hae Young. Ternyata Yoon Ju menelepon dan mengatakan kalau Hae Young tak boleh pergi karena ia harus melindungi Putri yang sedang mendapat masalah.

Masalah itu adalah Yoon Ju sendiri. Pada Kakek Park, ia memperlihatkan kantong Ratu yang sudah lama hilang dan mengatakan kalau si pemilik berada di sini.



Kakek kaget, karena tahu itu adalah kakak Lee Seol. Lee Seol yang tak mengenali kantong tersebut juga bertanya-tanya kenapa kantong itu dapat bersama Lee Dan. Ia bahkan dapat menceritakan apa yang terjadi padanya waktu kecil, sama seperti yang diceritakan oleh Lee Seol. Bahkan ia juga menceritakan kalau waktu itu ia dan ayahnya dikejar-kejar oleh sekelompok orang.

Waktu Lee Seol menanyakan siapa orang itu, Lee Dan hanya mengatakan kalau Park Hae Young lebih tahu masalah itu. Kakek terkejut, karena informasi itu hanya sedikit yang tahu. Bahkan Hae Young pun juga baru saja mengetahui.

Pertemuan mereka diinterupsi karena ada berita tentang kemungkinan Putri Lee Seol adalah palsu. Hae Young menenangkan Lee Seol, yang kemudian cegukan karena kaget.



Hae Young bertanya langsung pada Lee Dan, bagaimana ia bisa tahu tentang semua ini. Lee Dan berkata karena memang ia mengalaminya sendiri. Ia tak tertarik menjadi Putri dan segala tetek bengek tentang restorasi karena saat ia dan ayahnya melarikan diri, mereka ditampung oleh banyak orang. Dan bagaimana mungkin ia sekarang menyatakan diri menjadi Putri di atas kehidupan orang-orang yang pernah menampungnya.


Lee Dan benar-benar pintar. Pintar berbohong. Dan ia tak berkedip sedikitpun saat berkata. Entah ia pembohong yang lihai atau robot yang canggih.

Kakek tak tahu bagaimana informasi tentang ayahnya bisa keluar, karena hanya sedikit orang yang tahu. Sepertinya ia tak percaya akan bualan Lee Dan, tapi dengan adanya skandal ini, impiannya untuk mendirikan kerajaan akan gagal. Maka ia menuduh satu-satunya orang yang (ia pikir) tak menyetujui restorasi kerajaan. Siapa lagi kalau bukan Hae Young. Ia langsung mencaci Hae Young dan menyamakannya dengan ayahnya. Hae Young yang sakit hati karena dituduh, membenarkan semua tuduhan kakeknya.


Lee Seol mencegat Lee Dan. Sebelum ia sempat bertanya, Lee Dan menyelanya, menanyakan apakah ia khawatir (akan posisinya?). Lee Seol malah membentaknya,

"Apa yang telah kau lakukan pada Park Hae Young?"

Dan Yoon Ju yang menjawabnya, "Seperti Romeo dan Juliet, kau jatuh cinta pada pria yang ayahnya mengejarmu dan ayahmu. Menyedihkan sekali." Saat itu juga Hae Young datang menemui Lee Seol.

No comments:

Post a Comment