Thursday, September 8, 2011

Sinopsis My Princess episode 16 - FINAL

Dan dua tahun kemudian ..


Putri Lee Seol asyik bersepeda ke kampus, diiringi oleh pengawal yang terengah-engah berlari mengikutinya. Hal ini tak akan terjadi jika Lee Seol lulus dalam ujian mengemudinya. Ujian berikutnya harus lulus, oke?


Dan ternyata tak hanya pelajaran mengemudipun yang harus diulang oleh Lee Seol. Ia pun harus mengulang pelajaran Manajemen Museum dan Artefak.

Mengapa? Karena penyebabnya tak lain dan tak bukan  adalah Oh Yoon Ju, yang menjadi dosen di kampus Lee Seol. Sepertinya hubungan mereka adalah hubungan benci tapi butuh. Dan kampus adalah tempat yang tepat bagi mereka untuk beradu mulut tanpa ketahuan.


Dan apalagi yang diperdebatkan kalau bukan Hae Young? Yoon Ju menyalahkan Lee Seol, karena Lee Seol, maka Hae Young menjadi seperti ayahnya dan pergi ke luar negeri. Lee Seol menampik tuduhan itu, karena Hae Young berbeda. Ia menjalankan pekerjaannya menjadi Diplomat. Dan ia juga bisa pulang ke Korea.


Saat Lee Seol syuting dengan memainkan musik tradisional Korea dan memasak makanan Korea, Lee Seol mendapat kejutan perayaan di lokasi syuting. Ternyata hari ini Lee Seol ulang tahun, dan seluruh kru menyelamatinya. Bahkan Pangeran Harry meneleponnya dari Inggris ingin mengucapkan selamat ulang tahun. Begitu juga Pangeran dari Thailand (Nick Chun?). Namun tak ada telepon dari Hae Young.


Wartawan pun menanyainya seputar ulang tahun dan menanyakan Hae Young dan hubungan mereka. Lee Seol yang mulai mahir dalam wawancara, menjawab dengan taktis, walaupun sedikit lengah saat dikonfirmasi tentang kabar putusnya mereka. Untung dayang-dayang segera menyelamatkannya. Wartawan pun menanyakan tentang pencarian buku harian Kakek Buyutnya yang hilang. Lee Seol menjelaskan kalau pihak kerajaan sedang mengusahakan agar buku harian itu dapat kembali ke Korea.


Sesampainya di Istana, setumpuk hadiah sudah menggunung menunggu untuk dibuka. Lee Seol langsung meminta untuk membuka hadiah dari Hae Young terlebih dahulu. Namun dayang-dayang mengatakan kalau Hae Young belum mengirimkan hadiah apapun.


Lee Seol menyuruhnya untuk berhenti menggodanya. Ia tahu kalau Hae Young pasti memintanya melakukan hal itu. Itu trik lama, Lee Seol sudah tahu hal itu. Dayang-dayang menyesal karena harus menghancurkan imajinasi Lee Seol, karena Hae Young memang tidak mengirimkan hadiah apapun.


Bagaimana mungkin Hae Young tak mengirimkan hadiah? Jelas-jelas Lee Seol sudah mengingatkannya sejak minggu lalu. Dayang-dayang memberi alasan perbedaan waktu, yang mungkin menyebabkan Hae Young belum menyelamatinya.

“Kalau selama dua tahun ini dia masih belum menyadari perbedaan waktu, lebih baik ia tak jadi Diplomat saja sekalian.”
Lee Seol memutuskan kalau ialah yang akan menelepon Hae Young dahulu, walaupun hari ini ia yang berulang tahun. Namun betapa kesalnya Lee Seol mendapati handphone Hae Young tak aktif. Dayang-dayang pun memintanya untuk beristirahat karena ada hal penting yang harus dilakukan besok, yaitu ujian mengemudi.


Lee Seol mengunjungi Kakek Park, berkeluh kesah akan kepergian Hae Young yang begitu lama. Ia bingung, apakah kepergian Hae Young itu karena pekerjaan atau karena dirinya?


Dan Lee Seol meminta pada Kakek, walaupun ia telah diberi banyak oleh Kakek Park.
“Dapatkah Kakek memberikan Hae Young padaku?”
Aww.. 

Dan seperti yang ditakutkan oleh banyak pihak, Lee Seol kembali tak lulus dalam ujian mengemudi. Saat berlatih sendirian, Lee Seol mengeluh karena Hae Younglah ia selalu gagal. Jika saja Hae Young dapat terus mengajarinya, dan tidak pergi terus menerus.


Be careful of your wish, because it might be happened.


Sebuah mobil berada di belakang mobil Lee Seol, mengklaksonnya berkali-kali, membuat Lee Seol panik. Mobil itu akhirnya menyalip mobil Lee Seol, dan memotong jalan. Lee Seol hampir saja menyumpah serapah pada pengendara mobil itu, jika saja ia tak melihat seseorang yang keluar dari mobil, dan tersenyum padanya.


Oh! My! God! Where have you been, Park Hae Young-ssi? Are you sure you are Diplomat all these 2 years? Not a model? Because I swear you look like Song Seung Hun in magazine right now..


Mungkin kemampuan menyetir Lee Seol harus sedikit dipoles lagi. Ia menepikan mobilnya, sehingga spion mobilnya tepat satu senti dari badan Hae Young. Dengan jarak sedekat itu, ia tak dapat membuka pintu mobil. Apalagi Hae Young tak membantunya sama sekali, malah menutup pintu mobil dengan kakinya, berkali-kali, membuat Lee Seol menyerah.  


Ia menurunkan jendela mobilnya. Lee Seol tak percaya akan penglihatannya. Hae Youngnya telah kembali?


Hae Young pun juga tak percaya. Setelah sekian lama, Lee Seol masih tetap tidak lulus ujian? Berita kegagalan Lee Seol cepat menyebar, membuat Hae Young malu.


Tapi Lee Seol tak mempedulikan. Semua ujian boleh gagal, karena Hae Youngnya telah kembali!


Dan tanpa menunggu sedikitpun, Lee Seol keluar dari jendela mobil, dan memeluknya erat. Ia meminta Hae Young untuk tak pergi lagi.

“Ya, saya akan melakukan titah Paduka Tuan Putri.”
Saat mereka makan di rumah Hae Young, tak sengaja Lee Seol melihat cincin yang disimpan Hae Young untuknya. Ia sangat senang sekali, karena berarti Hae Young akan melamarnya sebentar lagi.


Ia akan sabar menunggunya, walaupun setelah ini Hae Young harus pergi menemui Presiden.


Dan yang mengetahui tentang cincin itu ternyata tak hanya Lee Seol. Presiden pun mengetahuinya, karena ada yang melihatnya sedang membeli cincin saat Hae Young bertugas di London. Presiden menyarankan agar menundanya. Karena pernikahan mereka adalah hal yang sangat genting. Jika Hae Young menikahi Putri Lee Seol, maka tuduhan lama pun akan muncul kembali.


Presiden melakukan ini karena ia ingin Hae Young menjadi orang besar. Hae Young tentu tak ingin kalau ia hanya dikenal sebagai Hae Young, Pendamping Putri, bukan?


Ucapan Presiden sepertinya merasuk ke dalam pikiran Hae Young. Ia melihat cincin yang rencananya diberikan pada Lee Seol. Dan Lee Seol seperti membaca pikirannya, karena saat itu Lee Seol meneleponnya, menanyakan kapan mereka bisa bertemu. Namun sepertinya Hera, Dewi pernikahan, masih ingin bermain-main, karena jadwal mereka sangat padat, sehingga mereka tak dapat bertemu keesokan harinya.

Hae Young berjanji untuk menemui Lee Seol lusa, karena ada yang ingin ia bicarakan. 


Lee Seol sangat bahagia, karena lusa ia akan dilamar oleh Hae Young! Dayang-dayang yang menyertainya turut berbahagia, dan mereka memikirkan tentang bagaimana Hae Young akan melamarnya.


Namun rupanya Lee Seol harus jauh lebih sabar menunggu lebih lama lagi, karena Hae Young sangat sibuk pada hari yang telah dijanjikan. Dan jadwal mereka selalu bertubrukan sehingga tak memungkinkan untuk bertemu. Lee Seol mengeluh pada Hae Young yang seperti tak pernah mengenal hari libur. Dan Hae Young pun membalas kalau Putri juga tak pernah mengenal hari libur.


Akhirnya Lee Seol yang sudah tak sabar, menemui Hae Young di Blue House (istana kepresidenan), di tengah rapat penting yang sedang ia hadiri. Hae Young buru-buru membawanya keluar. Bagaimana mungkin ia, sebagai Putri, masuk ke dalam rapat penting di Blue House hanya karena ingin menemuinya? Ia tak bisa membayangkan gosip apa yang akan timbul besok.


Ia meminta Lee Seol pulang dan menunggunya di Istana. Lee Seol yang ingin segera dilamar menuduhnya memakai alasan tak punya waktu, padahal seperti sekarang ini, Hae Young dapat keluar dari ruang rapat. Pasti karena perasaan Hae Young, maka Hae Young tak punya waktu.


Hae Young yang belum mengerti arah pembicaraan Lee Seol (yang ingin dilamar karena telah melihat cincin tersebut), mengatakan bukankah mereka telah berjanji kalau kondisi seperti ini (kesibukan karena posisi mereka) tak boleh dijadikan alasan untuk bertengkar?

“Kondisi apa? Bukankah dulu kau yang menyuruhku untuk menjadi Putri? Mungkin kau tak mau mengatakan hal yang penting ini karena kondisi itu? Aku menjadi Putri?”
Jelas sekali kalau mereka berdua tidak berbicara tentang konteks yang sama.

Hae Young menenangkan Lee Seol, dan memintanya lagi untuk pulang ke istana. Tapi Lee Seol yang masih marah mengancam, jika Hae Young berani melangkah, satu langkah saja, meninggalkannya, maka Hae Young tak akan dapat menemuinya lagi.


Tentu saja Hae Young tak dapat menuruti Lee Seol, karena dia sedang ada rapat penting. Maka Lee Seol pun berkata,

“Baik, kalau begitu jangan temui aku.. selamanya. Kita putus!”
Lee Seol ternyata bukan hanya Princess. Tapi Queen.. of drama. Karena dia sudah dapat memprediksi kalau Hae Young pasti akan mengejarnya ke istana. Maka ia menangis keras dan meratapi nasibnya yang ditinggal oleh Hae Young karena kondisi mereka. Pelatih aktingnya, yaitu dayang-dayang, memuji acting Lee Seol yang bagus sekali.


Dan pelatih itu harus turun tangan saat Hae Young mengancam akan mendobrak pintu jika Lee Seol tetap tak mau bertemu dengannya.


Di luar, dayang-dayang mengatakan kalau Putri tak ingin bertemu dengannya sekarang. Mungkin hal ini juga disebabkan karena Putri sedang banyak tekanan, terutama tentang pencarian buku harian Putra mahkota terakhir, yaitu kakek Lee Seol. Hae Young pun mencoba mengatasi masalah ini dengan caranya.


Ia menemui Lee Seol di kamar, yang sedang meratapi nasibnya. Ia sekarang berbicara bukan sebagai P, tapi sebagai Diplomat Park Hae Young yang ingin melaporkan sesuatu yang berkaitan dengan keluarga kerajaan.


Hae Young pun mendekati Lee Seol yang masih terisak-isak. Ia mengatakan kalau mungkin ia dapat membantu untuk menemukannya. Lee Seol pun membuka selimutnya,

“Benarkah? Beneran? Benar-benar?”
Hae Young pun merasa tertipu dengan acting Lee Seol selama ini. Jadi sekarang mereka masih putus atau tidak? Lee Seol pun berkilah, kalau mereka putus karena kondisi itu (Putri dan Diplomat), maka sekarang mereka berbaikan lagi karena kondisi itu juga.


Hae Young tersenyum mendengar jawaban Lee Seol yang bagus. Namun ada sedikit masalah karena pihak Museum Inggris tak mau melepas buku harian itu, jika tidak merundingkan dengan orang yang mereka pilih. Orang itu adalah Yoon Ju.


Maka Lee Seol pun, mengesampingkan perasaan tak sukanya, menemui Yoon Ju. Ia meminta bantuan pada Yoon Ju, dan berharap akan kesanggupannya. Karena ia tahu, bahwa kecintaanya pada barang bersejarah melebihi kebenciannya pada Lee Seol. Dan di saat Lee Seol sudah mulai hilang harapan, Yoon Ju menemuinya.


Tak lama kemudian, Yoon Ju terbukti memang ahli dalam bidangnya. Karena Museum Inggris bersedia melepas buku harian itu tanpa syarat apapun. Media pun memuji Lee Seol yang telah bekerja keras mengembalikan barang-barang bersejarah Korea. Jung Woo mencoba menghubungi Yoon Ju, ingin menyelamatinya. Tapi Yoon Ju tak mengangkat telepon itu, tapi ia tersenyum melihatnya.


Hae Young datang saat Lee Seol dan staf istana membersihkan galeri untuk mempersiapkan kedatangan buku harian itu. Para staf langsung mengerti, dan undur diri satu per satu.


Lee Seol mengucapkan terima kasih pada Hae Young Oppa. Berkat Hae Young Oppa, semua ini dapat terjadi. Lee Seol pun mengagetkan Hae Young dengan mencium pipinya. 


Hae Young menggodanya dengan berteriak pada dayang-dayang karena Putri ingin melakukan sesuatu padanya. Lee Seol buru-buru menutup mulutnya, agar tak berteriak lagi.

“Kenapa? Kalau aku tak berteriak, kau akan menciumku lagi?”
LOL.

Lee Seol pun menyalahkan Hae Young yang membuatnya seperti ini. Ia, yang sudah tak sabar menunggu, menanyakan kapan Hae Young akan memberikan cincin itu? Ia tak perlu lilin dan balon sebagai penyerta untuk melamarnya. Ia hanya butuh cincin itu. Akhirnya Hae Young menyadari kalau Lee Seol sudah melihat cincinnya


Hae Young hanya diam, tak tahu harus berkata apa. Lee Seol pun melihat keraguan Hae Young dan menuduhnya akan memberikan cincin itu pada gadis lain. Hae Young pun menantangnya, bagaimana jika memang cincin itu bukan untuk nya?

“Kalau begitu berikan notanya padaku. Aku akan menukarnya dengan voucher.”
Hehe.. Menjadi Putri atau tidak, Lee Seol masih tetap seperti dulu. Hae Young akhirnya mengerti sikap aneh Lee Seol selama ini. Apakah mungkin Lee Seol mendesak karena ingin dinikahi olehnya? Walaupun malu, tapi Lee Seol melihat apa yang tak mungkin. Toh cepat atau lambat mereka akan menikah. Ya, kan?

Namun melihat ekspresi keraguan lagi di wajah Hae Young, pikiran buruk kembali menghampiri Lee Seol. Apa mungkin Hae Young sekarang sudah tak mencintainya lagi? Hae Young mendesah,

“Jika saja memang seperti itu, hatiku tak akan sesakit ini.”
Sebelum Hae Young menjelaskan maksud kata-katanya, dayang-dayang masuk dan memberitahukan kalau mereka sudah menemukan Lee Dan. Dan Lee Seol harus buru-buru mendatangi rumah Lee Dan, kalau tidak Lee Dan akan lari lagi seperti kali terakhir.

Lee Seol tak tahu harus sedih atau gembira melihat kondisi Lee Dan sekarang. Tempat tinggalnya hanya sebuah kamar kecil yang sempit, dan iapun sedang sakit. Beginikah nasibnya sekarang setelah mengkhianatinya? Mengkhianati keluarganya? Bukankah seharusnya ia bisa hidup mewah?

Lee Dan menyuruhnya agar tidak mengejeknya. Dan beraninya Lee Seol melemparkan bantal kepadanya.

“Kenapa tidak? Selama 20 tahun ini kau selalu melemparkan barang padaku, kenapa sekarang aku tak boleh melempar padamu? Kau telah mengkhianati keluargamu dan aku seperti orang bodoh datang ke sini mencarimu. Dan kau bilang aku tak boleh melemparmu?”
Dan dengan itu, dimulailah perkelahian dua bersaudara yang terpendam selama dua puluh tahun ini. Perkelahiannya mengingatkan saya hampir dua puluh tahun yang lalu saya dan kakak saya berkelahi, persis seperti itu  namun dengan alasan yang berbeda (saya tak mau disuruh mandi). Hmm…

Kelelahan, mereka menghentikan pukulan-pukulannya. Lee Seol menyuruhnya untuk pulang karena ibu mencemaskannya. Lee Dan menolaknya. Ia menyuruh Lee Seol mengatakan pada ibu kalau ia baik-baik saja. Ia akan kembali kalau ia sudah berhasil. Lee Seolpun menyuruhnya untuk berhasil, dan ia boleh kembali. Awas saja kalau ia berani pulang tanpa berhasil!

Lee Seol memberitahu ibu kalau ia sudah menemukan Lee Dan. Dan ia baik-baik saja. Sekarang ia sudah bekerja dengan gaji tinggi. Namun Lee Dan tak dapat menemui ibu sekarang. Ia berjanji pada Lee Seol akan pulang menemui ibu suatu saat nanti.


Ibu pun mempercayainya. Ia malah menanyakan tentang kabar Hae Young. Ia menyarankan jika Hae Young masih belum melamarnya, lebih baik Lee Seol mencari orang lain yang lebih mungkin baginya untuk dinikahi.

Gun menemui dayang-dayang, karena ia akan cuti selama 3 hari. Dayang-dayang pun, dengan kalem, mempersilahkan Gun pergi. Ia sekarang sudah capek menjadi babysitter Gun selama 2 tahun. Maka ia memutuskan untuk mencari laki-laki yang tepat untuk dinikahinya. Laki-laki kaya yang memiliki penghasilan lebih dan 5 rekening tabungan.



Gun pun meminta dayang-dayang menunggunya sebentar lagi. Ia tahu noona-nya sudah berada di umur menikah. Namun karena ia lebih muda dari noona, dan ia harus bekerja agar bisa menikahinya. Maka ia minta noona menunggunya dan jangan pergi kemana-mana. Oke?

Kenapa ya sampai sekarang saya tak tahu nama dua dayang-dayang Lee Seol?

Dayang-dayang kroni Yoon Ju melaporkan kondisi di istana yang baik-baik saja. Bahkan Yoon Ju pun dapat melihat kalau dayang-dayang itupun sekarang sudah berpihak pada Lee Seol. Namun bukan masalah bagi Yoon Ju. Bahkan ia turut merasa senang, karena Yoon Ju mengkhawatirkan kroninya itu mendapat kesulitan setelah kepergiannya. Ia hanya meminta agar dayang-dayang menjaga ayahnya selama ia pergi.


Ternyata Yoon Ju memutuskan untuk pergi ke Mesir. Ia pergi menemui Jung Woo untuk kencan yang terakhir kali. Jung Woo pun merajuk bagaimana jika nanti ia kangen padanya? Yoon Ju pun, seperti Yoon Ju 10 tahun yang lalu, menyuruhnya untuk datang saja menemuinya. Dan Jung Woo balik menggodanya, jika ia datang, Yoon Ju harus tersenyum padanya.


Aww.. sepertinya Jung Woo dan Hae Young sama-sama membaca buku panduan kencan  yang sama.

Hae Young yang sedang berkemas-kemas, memperhatikan cincin yang masih tetap disimpannya. Dan saat ia telah memutuskan, ia pergi menemui Lee Seol yang sedang menunggu telpon darinya. Ia mengatakan kalau esok ia akan pergi. Wajah Lee Seol memucat. Besok Hae Young akan pergi? Mau pergi kemana? Kenapa ia harus pergi?

Hae Young tak menjawab, hanya berkata,
“Ayo kita menikah. Sekarang.”
Hae Young memintanya untuk menikah sekarang, dan pergi bersamanya. Lee Seol menjadi ragu. Ia mulai merunut jadwalnya yang penuh, dan bagaimana mungkin ia dapat meninggalkan itu semua.
Hae Young : "Jika saja kau tahu bagaimana aku menginginkanmu saat ini, kau pasti tak akan mengatakan itu." 
Lee Seol : "Apakah hanya kau yang menginginkannya? Apakah kau tak memikirkan dari sudut pandangku? Selama dua tahun, hampir setahun lebih kau tak datang menemuiku. Dan sekarang, kau tiba-tiba mengajakku pergi. Jadi apakah sekarang aku harus berhenti menjadi Putri dan pergi bersamamu? Mengapa hanya kau yang selalu memutuskan?" 
Hae Young : "Walaupun kau tak menjadi Putri, jalan yang kita lalui, untuk kita bisa bersama, juga tidak mudah." 
Lee Seol : "Kelihatannya memang jalan kita tak akan pernah mudah."
Dan Lee Seol pun meninggalkan Hae Young. Saat ia kembali, Hae Young sudah pergi dan hanya meninggalkan cincin di pinggir kolam. Ia mengambil cincin itu dengan sedih.

Keesokan harinya, Hae Young bersiap untuk naik ke pesawat. Berpuluh-puluh kali ia mencari bayangan Lee Seol. Mungkin kali ini ia berharap ia dicekal, sebagai tanda Lee Seol masih menantinya. Tapi tak ada sesuatu yang terjadi sampai pesawat lepas landas. Ia menghela nafas panjang, menyadari semuanya mungkin telah usai.


Di atas pesawatpun  ia masih memikirikan Lee Seol. Memikirkan apakah ini hal terbaik yang bisa dilakukannya? Namun tak  ada yang dapat ia lakukan lagi. Ia pun meminum anggur yang ditawarkan pramugari, jika tidak dihentikan oleh seseorang.


Dan itu adalah Lee Seol, yang memakai cincin berlian pemberiannya. Dengan gaya Mishilnya, Lee Seol menghardik Hae Young yang tak sopan, tak memberikan anggur itu padanya. Bukankah dulu ia mengatakan akan melakukan apapun untuknya. Apakah kata-kata itu hanya bualan?

Hae Young tak percaya akan kehadiran Lee Seol. Bagaimana mungkin ia bisa datang? Lee Seol pun tersenyum menjawab karena Park Hae Young yang menginginkannya. Dan ia pun mengingkannya.


Lee Seol memeluk tangan Hae Young dan menyuruhnya untuk tak pergi kemanapun. Ia akan mengikuti Hae Young sampai ke ujung dunia. Karena lega telah bertemu kembali dengan Hae Young, Lee Seol mulai berpikir, apa yang harus mereka lakukan selama 13 jam di pesawat?


Hae Young ingin melakukan ini pada Lee Seol.


Oh ya? Tapi Lee Seol ingin melakukan ini.

No comments:

Post a Comment