Monday, February 13, 2012

Sinopsis Miss Ripley Episode 5


Jang Myeong Hoon menerima ajakan Jang Mi Ri untuk makan malam bersama. Myeong Hoon mengajak Mi Ri mengunjungi sebuah tempat terlebih dulu. Ternyata Myeong Hoon mengajak Mi Ri ke rumah sakit tempat ibunya dirawat. Myeong Hoon memang berniat untuk memperkenalkan Mi Ri kepada ibunya.
Kesempatan ini tidak disia-siakan Mi Ri. Mi Ri berlaku manis dan penuh sopan santun di depan ibu Myeong Hoon. Bahkan Mi Ri rela membantu ibunya untuk buang air kecil. Dari luar kamar rumah sakit, Myeong Hoon melihat semua yang dilakukan Mi Ri. Myeong Hoon terharu. Myeong Hoon merasa sepertinya dia telah menemukan wanita yang tepat baginya dan bagi ibunya.  
Saat di antar pulang, Mi Ri menanyakan Myeong Hoon apakah langsung pulang ke rumah atau ke hotel. Myeong Hoon menjawab karena malam itu adalah malam terakhir cek dan ricek berkas kepegawaian semua karyawan, jadi ada beberapa faks terakhir yang harus diterima. Mi Ri yang memang malam itu sudah berniat untuk pergi Hotel A akhirnya menggunakan strategi lain.
Mi Ri membeli bekal makanan untuk diberikan kepada Myeong Hoon. Saat sampai ke ruang kantor Myeong Hoon, Myeong Hoon ternyata sedang keluar. Tidak ingin membuang waktu, Mi Ri langsung memeriksa semua faks yang ada di meja Myeong Hoon.
Keterangan dari Universitas Tokyo bahwa ijazah atas nama Jang Mi Ri tidak terkonfirmasi ternyata masih ada di print-out mesin faks. Mi Ri menemukannya terlebih dulu. Di saat yang bersamaan, Myeong Hoon telah kembali ke ruangan.
Meski terkejut, Mi Ri mampu mengendalikan diri. Mi Ri buru-buru melipat kertas konfirmasi tersebut ke dalam lipatan koran yang juga ada di atas meja Myeong Hoon. Mi Ri pun segera menjelaskan bahwa saat dia masuk sambil membawa bekal, tidak ada orang, dan sambil menunggu, dia sedikit merapihkan meja kerja Myeong Hoon. Merasa begitu diperhatikan, Myeong Hoon tersenyum bahagia.
Apa yang dicari sudah didapat, Mi Ri pamit. Mi Ri beralasan takut dilihat staf lain. Karena jika seperti itu, baik Mi Ri maupun Myeong Hoon akan berada pada posisi yang sulit. Myeong Hoon memahami maksud Mi Ri.
Sebelum turun, Mi Ri masuk ke ruang kantornya sendiri. Dengan mengetik ulang, menggunting, dan menempelkannya, Mi Ri merubah tulisan “tidak terkonfirmasi” menjadi “telah terkonfirmasi”. Lalu Mi Ri fotocopy konfirmasi palsu tersebut sehingga tidak terlihat bekas tempelannya. Setelah itu Mi Ri faks-kan surat konfirmasi tersebut ke nomor faks ruang kantor Myeong Hoon. Sempurna! 


Proses akuisisi Hotel A dengan Hotel Mondo terus bergulir. Salah satu upaya mempercepat proses akuisisi adalah pengadaan iklan komersial kerjasama mengenai kedua hotel tersebut. Model iklan yang digunakan haruslah seorang staf yang fresh dan berkepribadian kuat. Mi Ri menjadi salah satu kandidat.
Hotel A yang diwakili Jang Myeong Hwan dan Hotel Mondo yang diwakili oleh Song Yoo Hyeon sama-sama setuju untuk menjadikan Jang Mi Ri sebagai model iklan. Ini juga merupakan hal yang sangat diharapkan Mi Ri. Bahkan saat Mi Ri pertama kali mendengar kabar pembuatan iklan komersial, dia langsung mengutarakan keinginannya itu di depan Myeong Hoon.
Malam harinya saat makan malam bersama lagi, Mi Ri terlihat tidak begitu bersemangat. Myeong Hoon jadi merasa khawatir. Mi Ri menyampaikan bahwa mencintai seseorang itu melelahkan, apalagi mencintai orang seperti Myeong Hoon. Sebetulnya Mi Ri sudah menyampaikan hal ini berkali-kali didepan Myeong Hoon.
Mi Ri diajak Myeong Hoon untuk menghadiri pesta perayaan bergabungnya Hotel A dan Hotel Mondo. Sebelum hari itu tiba, Mi Ri dipesankan baju pesta mewah oleh Myeong Hoon. Mi Ri sangat terharu menerimanya. Apalagi Myeong Hoon menyatakan bahwa dia akan selalu membuat Mi Ri bahagia dan akan mewujudkan semua mimpi masa kecil Mi Ri.

Pulang dengan penuh keriangan, sejak masuk membuka pintu, Mi Ri terus mencerocos tentang kesenangannya selama seharian kepada Hee Joo. Meski sedari tadi menunggu kedatangan Mi Ri, Hee Joo tidak menanggapi perkataan Mi Ri. Saat itu Hee Joo sedang menahan emosi. Bagaimana tidak emosi, saat bersih-bersih, Hee Joo tidak sengaja menyenggol tas koper Mi Ri. Karena tas koper tersebut tidak tertutup rapat, sebagian isinya juga ikut jatuh. Dari situ Hee Joo mendapati ijazah miliknya ada dalam tas Mi Ri.  
Mi Ri mengatakan bahwa dia melakukan itu semua demi hidup. Kenapa? Karena hidupnya berantakan gara-gara Hee Joo dulu yang tidak mau dibawa pergi oleh orang tua yang ingin mengadposinya. Sebagai gantinya, Mi Ri-lah yang dibawa pergi. Lihat sekarang, kehidupan Mi Ri jauh lebih sulit dari kehidupan Hee Joo.
Hee Joo yang awalnya menyalahkan Mi Ri, menjadi tidak mampu berkata-kata lagi. Bagi Hee Joo percuma, seperti apapun, semua kesalahan akan tertuju kepadanya. Karena memang begitulah Mi Ri sejak dulu.
Esok harinya, di pesta perayaan bergabungnya dua hotel, Mi Ri dierkenalkan kepada kolega-kolega Myeong Hoon. Tidak terduga oleh Mi Ri, di sana dia melihat sosok yang tidak asing. Sosok yang selama ini selalu mengejar-ngejarnya. Bahkan, di pertemuan terakhir, Mi Ri menyatakan bahwa sosok itu adalah laki-laki yang tidak punya harga diri. Ya, sosok itu adalah Song Yoo Hyeon.

No comments:

Post a Comment