Monday, February 13, 2012

Sinopsis Miss Ripley Episode 6


Tidak mau bertemu Song Yoo Hyeon dengan penuh malu di pesta malam itu, Mi Ri memilih untuk menghindar. Kepada Myeong Hoon, Mi Ri beralasan tiba-tiba tidak enak badan sehingga harus pulang. Myeong Hoon mafhum.
Sepanjang perjalanan pulang Mi Ri masih terkejut. Jadi, pria yang selalu mengejar-ngejar dia tidak mengarang cerita. Jadi pria itu betul-betul seorang keturunan pemilik hotel ternama.
Esok harinya Mi Ri bertemu dengan Myeong Hoon. Secara perlahan Mi Ri mengorek informasi detil tentang Yoo Hyeon. Dari keterangan Myeong Hoon, Mi Ri mendapat kepastian bahwa Yoo Hyeon lah yang akan menjadi pimpinan baru Hotel A. Perihal kepribadian pun, Mi Ri baru tahu bahwa karakter Yoo Hyeon memanglah sederhana dan tidak mau tergantung dengan orang tua.

Di sisi lain, Hee Joo akhirnya setuju untuk bergabung ke d`lam tim riset di Hotel Mondo.  Meskipun begitu Hee Joo masih mengkhawatirkan pandangan orang-orang tentang dirinya terkait kasus pemalsuan ijazah.
Betapa kagetnya Hee Joo mengetahui bahwa atasannya di Hotel Mondo adalah Song Yoo Hyeon. Hee Joo marah dan merasa dibodohi atas ketidakterusterangan Yoo Hyeon. Yoo Hyeon menyatakan alasannya. Karena di luar, Yoo Hyeon ingin bertemu dengan orang-orang sebagai dirinya sendiri bukan sebagai pimpinan sebuah hotel. Termasuk saat bertemu dengan Hee Joo.
Dengan sifat oportunisnya, Mi Ri mengucapkan selamat kepada Hee Joo atas keputusannya untuk bergabung di Hotel Mondo. Dengan penuh antusias, Mi Ri memberi usul untuk merayakan pekerjaan baru Hee Joo. Mi Ri mengusulkan untuk pergi menonton pertandingan Baseball berempat.
Betapa senangnya Yoo Hyeon ketika mendapat kabar dari Hee Joo bahwa Mi Ri mengajaknya untuk menonton pertandingan Baseball. Mereka larut dalam gegap gempita keramaian pertandingan, kecuali Hee Joo yang berkali-kali melirik kedekatan Yoo Hyeon-Mi Ri yang terjadi begitu cepat.
Kebersamaan mereka berlanjut hingga malam di sebuah kafe. Secara tidak terduga obrolan mereka mengarah ke almamater mereka berempat, yaitu Tokyo University. Mereka masing-masing juga baru tersadar kalau mereka adalah satu almamater.
Mi Ri ditanyai jurusan apa yang diambil dulu. Mi Ri menjawab gugup. Mi Ri mengaku mengambil jurusan Sastra Jepang. Hee Joo, yang sudah sangat mabuk dan duduk dihadapan Mi Ri, tersenyum sinis lalu sedikit mau muntah. Mi Ri pun segera mengganti topik pembicaraan. Mi Ri mengomentari keadaan Hee Joo dan menyarankan agar pulang duluan saja.

Pulang diantar sampai rumah oleh Yoo Hyeon, Mi Ri amat senang. Tapi sebelum betul-betul sampai depan rumah, dari kejauhan, Mi Ri melihat sosok yang harus selalu dia hindari. Dia adalah mantan bosnya di pub tempat Mi Ri mencari uang di Jepang dulu. Jaga-jaga supaya Yoo Hyeon tidak bertemu dengannya, Mi Ri meminta Yoo Hyeon untuk membelikan es krim.
Sesaat setelah Yoo Hyeon beranjak pergi, Mi Ri datang menghampiri mantan bosnya, dan mengajaknya ke suatu sudut jalan dengan penuh kemarahan sekaligus ketakutan. Sudah bisa diduga, Mi Ri diminta untuk kerja lagi untuknya. Tentunya Mi Ri menolak. Percakapan antara mereka terdengar sekilas oleh Hee Joo yang memang baru tiba.
Hee Joo menjadi merasa kasihan kepada Mi Ri. Saat Hee Joo menanyakan perihal laki-laki malam tadi dan apa ada suatu masalah, Mi Ri malah marah-marah dan minta Hee Joo jangan bertanya-tanya. Mi Ri juga meminta Hee Joo jangan bercerita apapun kepada siapapun.
Esok harinya di Hotel, Mi Ri diminta oleh Myeong Hoon untuk menemaninya menjenguk ibunya sepulang kerja. Menurut kabar, ibunya telah sadar. Mi Ri mengiyakan.
Namun, janji tinggallah janji. Mi Ri dihubungi Yoo Hyeon untuk menemaninya ke dealer sepeda motor untuk menjemput sepeda motor yang Mi Ri jatuhkan. Mi Ri memang sengaja melakukannya. Tujuan utamanya adalah pendekatan yang wajar kepada Yoo Hyeon. Jadilah seharian itu Mi Ri bersama dengan Yoo Hyeon dan melupakan janjinya kepada Myeong Hoon. Mi Ri bahkan sengaja mematikan ponselnya.
Malam harinya, Myeong Hoon yang putus asa tidak bisa menghubungi Mi Ri mampir ke rumah Mi Ri. Sesampainya di depan rumah Mi Ri, betapa kagetnya Myeong Hoon yang melihat Mi Ri baru saja tiba dari bepergian dengan seseorang.
Mi Ri lebih terkejut lagi melihat keberadaan Myeong Hoon. Setelah Yoo Hyeon beranjak untuk membeli es krim sebagai ganti es krim malam sebelumnya yang gagal diberikan, Mi Ri langsung menghampiri Myeong Hoon. Di dalam, Myeong Hoon mengungkapkan ketulusan hatinya terhadap Mi Ri. Sebaliknya Myeong Hoon meragukan ketulusan Mi Ri dan menduga bahwa Mi Ri menyesal telah bertemu dengannya. Mendengar itu semua, Mi Ri marah.
Bersamaan dengan itu, Yoo Hyeon telah kembali dari membeli es krim. Sambil berbicara kepada Myeong Hoon, Mi Ri terlihat sangat terkejut. Namun dengan triknya, untuk yang kesekian kalinya, Mi Ri berhasil melewati bahaya.

Esok harinya Mi Ri tidak masuk kerja. Kepada Myeong Hoon, Mi Ri beralasan untuk menenangkan diri atas kejadian malam sebelumnya, Mi Ri berlibur ke Pulau Jeju. Padahal, tujuan yang sebenarnya adalah melancarkan jurus yang kesekian untuk melakukan pendekatan kepada Yoo Hyeon.
Telah diketahui sebelumnya oleh Mi Ri bahwa Yoo Hyeon akan pergi ke pulau Jeju untuk urusan riset. Betapa senangnya Yoo Hyeon melihat Mi Ri. Dengan alasan baru pertama kali ke Pulau Jeju tapi ingin berkeliling, Mi Ri berhasil membuat Yoo Hyeon menemaninya tanpa diminta. Satu hari mereka habiskan dengan berkeliling ke berbagai penjuru Pulau Jeju. Tanpa sadar mereka mengobrol tentang latar keluarga masing-masing.
Beranjak malam, mereka pulang ke penginapan. Agak malam, Yoo Hyeon mendatangi kamar Mi Ri untuk mengembalikan sesuatu yang tertinggal di mobil saat jalan-jalan bersama tadi. Kebetulan, tas koper Mi Ri bermasalah. Yoo Hyeon pun diminta untuk masuk sebentar untuk membantu.
Ternyata Myeong Hoon diam-diam datang ke Pulau Jeju. Tanpa pikir panjang, kamar Mi Ri adalah tempat yang dia kunjungi terlebih dulu. Myeong Hoon memang ingin memberi kejutan sekaligus permintaan maaf kepada Mi Ri. Betapa terkejutnya Mi Ri, yang sekarang ada dihadapan kamarnya adalah Myeong Hoon. Sementara di dalam masih ada Yoo Hyeon.

No comments:

Post a Comment