Monday, February 13, 2012

Sinopsis Miss Ripley Episode 8


Jang Myeon Hoon agak sedikit curiga. Saat hendak pulang, Myeong Hoon bertemu* lagi dengan laki-laki tersebut. Menabrak Mi Ri sampai menjatuhkan tas yang di pegang Mi Ri, laki-laki tersebut meminta maaf dan berlaku seolah-olah tidak mengenal Mi Ri. Hal ini semakin menambah keganjilan yang dirasakan Myeong Hoon. Mi Ri sendiri sangat terkejut dan sangat ketakutan kalau-kalau mantan bosnya itu membuka kedoknya saat itu juga. Tapi rupanya, keberuntungan sejauh ini masih berpihak pada Mi Ri. 

Esok harinya Mi Ri diajak Yoo Hyeon untuk menemui orang tua Yoo Hyeon. Di tengah-tengah perjalanan, Mi Ri mengutarakan keganjilannya. Seolah-olah belum tahu apa-apa, Mi Ri mempertanyakan mengapa perjalanan mereka disertai dua orang bodyguard dan semacamnya.
Setelah menepi dan duduk berdua di sebuah taman, Yoo Hyeon pun mengutarakan siapa dirinya yang sebenarnya. Yoo Hyeon berterus terang mengenai latar belakang keluarganya dan statusnya sebagai penerus jabatan ayahnya sebagai Direktur Hotel Mondo.
Mi Ri berpura-pura kaget dan berlaku seperti orang yang baru sadar bahwa selama ini telah dibodohi. Keadaan tersebut membuat Yoo Hyeon merasa bersalah. Yoo Hyeon meminta maaf dan meminta tolong kepada Mi Ri untuk mempercayainya. Selain meminta maaf, Yoo Hyeon juga mengutarakan perasaan cintanya terhadap Mi Ri. Mi Ri terkejut. Meski ini yang diharapkan tapi bagi Mi Ri ini terlalu cepat.


Ternyata mantan bos Mi Ri datang ke hotel mencari Mi Ri. Karena Mi Ri sedang tidak ditempat, Myeong Hoon yang menggantikan. Myeong Hoon menanyai laki-laki tersebut mengenai hubungannya dengan Mi Ri. Laki-laki tersebut ternyata masih berbaik hati untuk tidak menceritakan siapa sebenarnya Mi Ri. Laki-laki tersebut menjawab bahwa antara dia dan Mi Ri ada permasalahan hutang-piutang.
 Sebelum pergi, laki-laki tersebut memberikan kartu namanya kepada Myeong Hoon. Disitu tertulis nama laki-laki tersebut, Hirayama. Sambil memperhatikan kartu nama tersebut, Myeong Hoon berpikir dan menerawang tentang hubungan laki-laki tersebut dan Mi Ri yang terasa sebagai hubungan yang tidak biasa.


Karena Mi Ri sulit dihubungi, Myeong Hoon memutuskan untuk mendatangi rumahnya. Myeong Hoon juga sudah tahu bahwa Mi Ri ternyata tinggal bersama Moon Hee Joo, rekan satu tim dengannya. Myeong Hoon jadi tidak merasa asing. Karenanya, sambil menunggu kepulangan Mi Ri, Myeong Hoon mengobrol dengan Hee Joo. Melalui keterusterangan Myeong Hoon, Hee Joo tahu kenyataan bahwa Mi Ri sedang menjalin hubungan dengan Myeong Hoon. Hee Joo sangat terkejut. Lalu, bagaimana dengan Yoo Hyeon?


Pulang diantar oleh Yoo Hyeon, Mi Ri menjadi merasa sungkan. Tapi Yoo Hyeon menyatakan bahwa dirinya tidak mau hari yang penuh kebahagiaan bersama Mi Ri hingga malam itu cepat berlalu. Rasa sungkan Mi Ri berubah menjadi senyuman. Begitu Yoo Hyeon beranjak dari hadapannya, Mi Ri tidak mampu menyembunyikan yang sebenarnya dia rasakan. Bahagia, terharu, senang, rasa bersalah, takut, sedih, semua bercampur menjadi satu.


Sesampainya di depan rumah, betapa terkejutnya Mi Ri melihat Myeong Hoon yang hendak pulang. Hee Joo memberi penjelasan bahwa Myeong Hoon telah sangat lama menunggu Mi Ri.
Sebelum Mi Ri masuk dan sebelum Myeong Hoon pulang, mereka mengobrol sebentar di dalam mobil. Myeong Hoon memuji teman rumah Mi Ri yang sangat baik dan cocok dijadikan teman. Myeong Hoon juga menyampaikan bahwa dirinya akan mulai mencoba mengenal Mi Ri lebih banyak lagi. Setelah Myeon Hoon pulang, kembali Mi Ri merasakan hal yang sama seperti saat Yoo Hyeon beranjak pulang tadi.


 Setelah Mi Ri masuk, Hee Joo langsung protes. Mi Ri meminta Hee Joo jangan ikut campur dan berpura-pura tidak tahu apa-apa. Tapi Hee Joo merasa harus ikut campur karena ini juga berkaitan dengan Yoo Hyeon. Hee Joo mengingatkan Mi Ri bahwa Yoo Hyeon mencintainya dengan tulus dan apa yang sedang dijalankan Mi Ri saat ini bukanlah cinta. Diprotes seperti itu, Mi Ri merasa Hee Joo meragukan ketulusannya terhadap Yoo Hyeon dan mempertanyakan cinta itu apa.


Esok harinya dihotel, Mi Ri mendengar rumor bahwa ada seorang laki-laki yang sedang diselidiki oleh Myeong Hoon. Laki-laki tersebut mencari dirinya pada hari sebelumnya. Mi Ri menjadi penasaran. Siapa laki-laki itu?
Benarlah, ternyata yang sangat amat ditakutkan telah terjadi. Laki-laki yang dimaksud adalah mantan bosnya, Hirayama! Mi Ri segera menghubungi Hirayama. Hirayama menertawai Mi Ri yang berhasil terperangkap dalam jebakannya. Hirayama juga memberitahu bahwa sebentar lagi Myeong Hoon akan menemui dirinya.
Mi Ri segera menuju ke tempat pertemuan mereka. Saat Mi Ri tiba, Hirayama sudah beranjak pergi. Hirayama mendapatkan sejumlah uang dari Myeong Hoon. Myeong Hoon meminta setelah pertemuan tersebut, masalah apapun dengan Mi Ri dianggap telah selesai.


Dengan penuh perasaan malu dan merasa bersalah, Mi Ri meninta maaf kepada Myeong Hoon. Mi Ri menceritakan masa lalunya yang memang penuh penderitaan sampai terjerat hutang seorang rentenir. Myeong Hoon menanggapi bahwa dirinya menyesal di hari tersebut terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. Myeong Hoon meminta Mi Ri untuk segera melupakan yang baru saja terjadi. Karena bagi Myeong Hoon, hari itu adalah hari yang seharusnya penuh kegembiraan. Hari itu, Myeong Hoon mendapat kabar bahwa Mi Ri dipersiapkan untuk mengisi perkuliahan khusus.


Esoknya, sebagai ucapan selamat kepada Mi Ri, Myeong Hoon berencana untuk membelikan sesuatu di toko perhiasan. Tidak terduga, di sana Myeong Hoon bertemu dengan Yoo Hyeon. Ternyata Yoo Hyeon membelikan cincin untuk Mi Ri. Mereka berdua belum saling tahu bahwa mereka membeli perhiasan untuk wanita yang sama., yaitu Jang Mi Ri.

No comments:

Post a Comment