Thursday, June 21, 2012

Sinopsis Miss Ripley Episode 12


Lee Hwa mulai menjalankan misinya. Begitu duduk, Lee Hwa langsung mempertanyakan calon pendamping Myeong Hoon. Yoo Hyeon dan ayahnya yang belum tahu apa-apa, ikut tertarik dan ikut bertanya-tanya lebih dalam.
Myeong Hoon bukanlah orang yang suka basa-basi. Myeong Hoon menjawab pertanyaan-pertanyaan tuan rumah apa adanya. Myeong Hoon menerangkan bahwa kisah cintanya telah berakhir. Alasannya, si wanita mencari sesuatu yang lebih yang tidak mampu Myeong Hoon penuhi. Bisa dibayangkan, betapa terpojoknya Mi Ri saat itu. Lee Hwa tersenyum puas. Mencoba mengalihkan topik pembicaraan, Mi Ri menawarkan satu gelas wine kepada ayah Yoo Hyeon.
Secara tiba-tiba, ayah Yoo Hyeon yang sudah mulai sakit-sakitan, terbatuk-batuk. Mau tidak mau, ayah Yoo Hyeon dibawa ke kamar untuk istirahat. Lee Hwa dan Yoo Hyeon memapah ayah Yoo Hyeon ke kamar. Jadilah tinggal Mi Ri dan Myeong Hoon berdua saja di ruang makan.
Kesempatan itu digunakan Mi Ri untuk memprotes tindakan Myeong Hoon dan mencertikan perihal ibu Myeong Hoon yang datang menemuinya. Myeong Hoon justru meminta maaf telah mencintai Mi Ri dan membuatnya seperti itu dan juga meminta maaf atas tindakan ibunya.
Tanpa disadari, percakapan mereka terdengar oleh Yoo Hyeon yang lekas kembali setelah memapah ayahnya ke kamar. Lee Hwa yang datang untuk kroscek pun merasa semakin puas. Misi Lee Hwa berhasil!


Kabar meninggalnya ibu Myeong Hoon mengejutkan banyak orang. Yoo Hyeon datang untuk meyampaikan bela sungkawa. Saat meletakkan bunga di altar, terlihat foto ibu Myeong Hoon. Yoo Hyeon segera teringat dan mengetahui bahwa wanita tua yang waktu itu dia lihat bersama Mi Ri sempat dia tolong ternyata adalah ibu Myeong Hoon. 


Yoo Hyeon dan Myeong Hoon mengobrol di bagian lain gedung tempat persemayaman jenazah ibu Myeong Hoon. Tentunya Yoo Hyeon mengerti betul bahwa saat seperti itu merupakan saat yang tidak tepat untuk memberitahu Myeong Hoon perihal pertemuan ibu Myeong Hoon dengan Mi Ri sehari sebelumnya.
Yoo Hyeon lebih memilih untuk menceritakan pengalaman ditinggal pergi oleh ibunya. Saat itu Yoo Hyeon berusia 9 tahun. Yoo Hyeon kecil belum tahu apa artinya ditinggal pergi (meninggal) oleh seseorang. Yoo Hyeon kecil menganggap ibunya pergi untuk kembali. Pergi ke tempat jauh yang bernama surga lalu akan kembali lagi. Karenanya saat itu di depan peti jenazah ibunya, Yoo Hyeon kecil mengucapkan ‘pergi dan cepat kembali ya, Bu’. Keesokan harinya, Yoo Hyeon kecil menangis kehilangan dan minta diantar ke tempat ibunya berada.
Yoo Hyeon memberi kesimpulan bahwa Myeong Hoon lebih beruntung darinya. Yoo Hyeon bersama ibunya hanya sampai dia berusia 9 tahun. Sementara Myeong Hoon bersama ibunya lebih dari 30 tahun. Itulah mengapa Yoo Hyeon menganggap Myeong Hoon jauh lebih beruntung.
Mendengar cerita Yoo Hyeon, rasa kehilangan Myeong Hoon jauh lebih ringan. Myeong Hoon pun mengucapkan terima kasih kepada Yoo Hyeon. Mereka memang sudah seperti kakak dan adik yang saling memberi perhatian satu sama lain. 


Yoo Hyeon mengajak Mi Ri untuk bertemu. Yoo Hyeon sebetulnya ingin secara langsung mengutarakan segala tanda tanya tentang Mi Ri. Yoo Hyeon ingin Mi Ri menjelaskannya satu per satu.
Rupanya Yoo Hyeon tidak setega itu. Yoo Hyeon hanya mempertanyakan beberapa hal saja. Mi Ri menjadi bingung sekaligus khawatir. Pada akhirnya Yoo Hyeon hanya menyampaikan bahwa untuk beberapa waktu ke depan dirinya tidak bisa menemui Mi Ri.


Hee Joo sudah sangat lelah berhadapan dengan Mi Ri. Hee Joo berkata dengan jujur bahwa dirinya tidak bisa lagi tinggal bersama dengan Mi Ri. Bukannya meminta maaf atau semacamnya, Mi Ri malah protes dan meminta waktu hingga hari pernikahannya dengan Yoo Hyeon berlangsung.
Keputusan Hee Joo sudah bulat. Dia akan pergi ke luar negeri untuk kuliah lagi. Hee Joo juga berharap hubungannya dengan Mi Ri sudah berakhir sejak saat itu. Perihal rumah, Hee Joo menyampaikan bahwa Mi Ri masih bisa untuk menempatinya hingga musim gugur. 


Di kesempatan lain, Yoo Hyeon dan Myeong Hoon bertemu. Mereka membicarakan tentang Mi Ri. Di awali oleh Yoo Hyeon yang menyatakan bahwa dia melihat ibu Myeong Hoon bersama Mi Ri sehari sebelum meninggal. Secara langsung, Yoo Hyeon meminta penjelasan tentang hubungan Myeong Hoon dan Mi Ri.
Myeong Hoon memberi penjelasan apa adanya. Myeong Hoon memang menyukai Mi Ri. Begitu pun sebaliknya. Bahkan Mi Ri sempat datang menjenguk ibunya di rumah sakit. Itulah mengapa ibunya juga mengenal Mi Ri.
Myeong Hoon juga mengutarakan alasannya menyukai Mi Ri. Myeong Hoon merasa Mi Ri mirip dengannya saat berusia 20 tahun. Saat itu ayah Myeong Hoon meninggal dengan meninggalkan banyak hutang. Akibatnya rumah keluarganya disita. Sejak saat itu, Myeong Hoon merasa terbebani tanggung jawab yang besar setiap dia bangun tidur. Myeong Hoon memang anak pertama sekaligus satu-satunya laki-laki dalam keluarganya.
Bagi Myeong Hoon, jalan hidup Mi Ri tidak jauh berbeda dengannya dulu. Karenanya Myeong Hoon berkeinginan membantu Mi Ri untuk bangkit dan melakukan hal-hal yang dulu tidak bisa dia lakukan. Dari situ, Myeong Hoon merasa apa yang ingin dicapai oleh Mi Ri juga merupakan apa yang ingin dicapai olehnya.


Keesokan harinya Mi Ri mendapat kenyataan bahwa semua bahan promosi hotel yang memuat dirinya sebagai model, telah dibuang dan dihapus. Mulai dari brosur hingga iklan audio-visual. Bahkan posisinya di Hotel A telah digantikan oleh orang lain. Dengan kata lain, Mi Ri diberhentikan dari pekerjaannya.
Mi Ri segera menuju ruang kerja Myeong Hoon. Meski mengaku bersalah, Mi Ri tetap protes dan menanyakan alasan. Mi Ri menganggap karena alasan pribadi. Tentu tidak. Seorang Myeong Hoon yang professional tidak akan mungkin mencampuradukkan soal pekerjaan dengan masalah pribadi.
Baik ibunya yang telah meninggal maupun Yoo Hyeon, tidak ada hubungannya dengan keputusan Myeong Hoon tersebut. Myeong Hoon menambahkan bahwa keputusan tersebut adalah hasil diskusi bersama dengan Yoo Hyeon. Yoo Hyeon menyerahkan semuanya kepada Myeong Hoon.


Dari salah seorang staf, Mi Ri tahu bahwa Hirayama datang menyampaikan belasungkawa kepada Myeong Hoon sambil mengembalikan uang yang dulu diterimanya sebagai pelunasan hutang Mi Ri.
Betapa paniknya Mi Ri. Tanpa mengulur waktu, Mi Ri segera menemui Hirayama. Mi Ri mempertanyakan alasan. Jawaban Hirayama menyiratkan bahwa dia hanya ingin Mi Ri kembali kepadanya, bukan uang.
Sambil bersimpuh, Mi Ri memohon kepada Hirayama untuk tidak menceritakan apapun kepada Yoo Hyeon karena Mi Ri sangat mencintai Yoo Hyeon. Sebagai gantinya dia akan melakukan apapun yang diminta, termasuk kembali bekerja pada Hirayama.
Sebelum Hirayama menjawab, ada jemputan paksa yang datang. Ternyata mereka adalah orang-orang suruhan Yoo Hyeon. Hirayama dibawa ke tempat di mana Yoo Hyeon telah menunggu.

No comments:

Post a Comment