Thursday, June 21, 2012

Sinopsis Miss Ripley Episode 16 - FINAL


Yoo Hyeon berhasil menyelamatkan Mi Ri dari laut dermaga. Akibat kepalanya yang sedikit terbentur sesuatu, Mi Ri tidak sadarkan diri. Dalam ketidaksadarannya, Mi Ri bertemu dengan ibunya.
Saat dimandikan, Mi Ri bercerita bahwa dia baru saja berkelahi dengan teman-temannya yang mengejeknya sebagai anak yang tidak punya ibu. Karenanya Mi Ri kecil takut ibunya akan pergi lagi. Ibunya berjanji untuk tidak pergi lagi. Mi Ri kecil sangat senang. 

Semua orang sangat mengkhawatirkan keadaan Mi Ri. Salah satu yang mengkhawatirkan Mi Ri adalah Hirayama. Hirayama menyatakan penyesalannya memaksa Mi Ri kabur.
Hirayama menyatakan bahwa selama ini dia menganggap Mi Ri sebagai wanitanya. Karenanya selama ini Hirayama tidak mau begitu saja melepas Mi Ri. Apalagi setelah Hirayama tahu orang-orang sekitar orang yang Mi Ri cintai, Yoo Hyeon, tidak mau menerima Mi Ri.
Namun, insiden Mi Ri yang mengancam bunuh diri di dermaga, membuat Hirayama betul-betul tersadar bahwa Mi Ri memang benar-benar mencintai Yoo Hyeon. Demi kebahagiaan Mi Ri di masa mendatang, akhirnya Hirayama rela melepaskan Mi Ri dan memintanya untuk cepat-cepat sadar.

Orang lain yang juga mengkhawatirkan keadaan Mi Ri adalah Lee Hwa. Lee Hwa mengunjungi Mi Ri. Lee Hwa merasa sangat sedih. Lebih-lebih, dalam keaadan seperti itu, sebagai ibu kandung, Lee Hwa belum melakukan apapun untuk Mi Ri.
Saat itu, Lee Hwa hanya mampu mengatakan bahwa seharusnya Mi Ri bisa hidup lebih baik untuk membalas dendam kepada dirinya. Sambil bercucuran air mata, Lee Hwa meminta Mi Ri untuk segera bangun jika begitu membencinya. Saat bangun nanti, Lee Hwa membolehkan Mi Ri untuk memarahi dan menginterogasinya. 

Setelah menjenguk Mi Ri bersama-sama, ayah Yoo Hyeon mengajak Yoo Hyeon berdiskusi di sebuah sudut rumah sakit. Ayah Yoo Hyeon menanyakan Yoo Hyeon mengenai rencana masa mendatang yang direncanakan. Sampai saat itu, Yoo Hyeon masih belum tahu rencananya masa mendatang.
          Ayah Yoo Hyeon mengingatkan bahwa mulai saat itu, Yoo Hyeon tidak bisa lagi menyimpan Mi Ri dalam hatinya. Apapun yang diharapkan oleh Yoo Hyeon tapi sesuatu tersebut merupakan sesuatu yang tidak mungkin, maka anggaplah itu sebagai takdir. 


Begitu mendengar bahwa Mi Ri telah siuman, semua orang terkejut bahagia, tidak terkecuali Hee Joo. Hee Joo segera ke rumah sakit dan menyuapi Mi Ri. Sementara Lee Hwa hanya berdiri karena memang merasa segan kepada Mi Ri.
Begitu Hee Joo berpamitan untuk membersihkan peralatan makan Mi Ri, tinggallah di dalam kamar rawat tersebut hanya Mi Ri dan Lee Hwa. Saat itu Lee Hwa mencoba mendekati Mi Ri yang mulai berbaring seusai disuapi Hee Joo.
Lee Hwa perlahan mencoba menyelimuti sambil memanggil nama Mi Ri. Namun Mi Ri mengibas uluran selimut Lee Hwa dan bangun. Mi Ri mengatakan bahwa Lee Hwa tidak punya hak untuk memanggil namanya.
Begitu Mi Ri memutuskan untuk berdiri dan keluar kamar sejenak, Lee Hwa malah berlutut. Lee Hwa mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Lee Hwa mencoba menjelaskan alasan. Tapi Mi Ri membuang muka dan tidak mau dengar.
Sebaliknya, Mi Ri yang meluapkan semua kemarahannya di depan Lee Hwa. Lee Hwa mendengar sambil menangis dan tetap berlutut. Bahkan, Mi Ri sempat berteriak, ‘Ibu macam apa yang tega menelantarkan anaknya demi kebahagiaan sendiri!’
Teriakan tersebut sampai terdengar oleh Hee Joo, ayah Yoo Hyeon, dan Yoo Hyeon yang menunggu di luar kamar. Yoo Hyeon merasa kasihan dengan Lee Hwa sehingga dia memberanikan diri untuk masuk dan mencoba menenangkan Mi Ri.
Setelah Lee Hwa keluar dengan menangis, Yoo Hyeon juga keluar meninggalkan Mi Ri sendiri. Yoo Hyeon berharap dengan menangis sendirian, semoga Mi Ri menjadi lebih baik.

Setelah kondisi Mi Ri lebih baik, Mi Ri dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi. Saat itu memang tidak ada pilihan lain bagi Mi Ri selain mengakui semua yang telah diperbuatnya. Saat ditanya tujuan atas semua perbuatannya, Mi Ri mengaku bahwa dia sendiri tidak tahu. Yang jelas, begitu Mi Ri merasa sukses dengan kepalsuan satu, dia merasa ingin yang lebih dari sebelumnya. Seperti itu seterusnya.
Begitupun saat di depan Yoo Hyeon, Mi Ri mengakui semua yang diperbuatnya memang sengaja untuk mendekati Yoo Hyeon. Tapi Mi Ri menyatakan bahwa perasaannya kepada Yoo Hyeon adalah tulus, setidaknya sampai saat itu. Mi Ri menambahkan bahwa dia benar-benar mencintai Yoo Hyeon.
Yoo Hyeon mengomentari bahwa yang dilakukan Mi Ri kepadanya selama ini bukanlah cinta melainkan ketamakan. Mi Ri beralasan karena dia tidak mengetahui bagaimana hidup dengan cinta.

Ibu
Akhirnya saya bisa memanggilmu demikian setelah 20 tahun
Masih belum bisa dipercaya bahwa suatu hari saya bisa memanggil ‘Ibu’
Begitu saya memanggil ‘Ibu’, maka dirimu akan muncul
Maaf saya tidak bisa menepati janji saya
Saya ingin bertempat tinggal di sini saja
Saya ingin memulai lembaran baru (di sini)
Meski saya akan merindukanmu
Saya akan bertahan
Meski berat
Saya akan mencoba untuk melupakan masa lalu saya yang memalukan
Saya sungguh meminta maaf karena tidak bisa pergi bersamamu
Dan terima kasih
Karena
Seperti janjimu untuk kembali jika saya tetap menyimpan kalung milikmu
Ibu benar-benar kembali
Saya mencintaimu
Saya mencinatimu, Ibu.
           Itulah surat yang diberikan Mi Ri kepada Lee Hwa di hari bebasnya dari sel tahanan satu tahun kemudian. Mi Ri memutuskan untuk tidak pergi ke Amerika bersama ibunya seperti yang telah direncanakan sebelumnya. Mi Ri lebih memilih tetap di Korea bersama sahabat dekatnya, Hee Joo.

No comments:

Post a Comment